Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 18:41 WIB | Jumat, 22 Mei 2020

China Tetapkan Anggaran Pertahanan Sebesar US$ 178 MIliar

Presiden China, Xi Jinping, berjalan melewati Menteri Luar Negeri, Wang Yi, dan Menteri Pertahanan, Wei Fenghe, ketika ia tiba untuk sesi pembukaan Kongres Rakyat Nasional (NPC) di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, Jumat ( 22/5/2020). (Foto: Reuters)

BEIJING, SATUHARAPAN.COM-Pengeluaran untuk pertahanan China tahun ini akan naik pada tingkat paling lambat dalam tiga dekade, tetapi masih akan meningkat 6,6% dari anggaran tahun 2019. Alasannya, negara itu bergulat dengan pertumbuhan ancaman keamanan dan ekonomi yang lesu.

China menetapkan sebesar 1.268 triliun yuan (setara dengan US$ 178,16 miliar) dalam anggaran nasional pada hari Jumat (22/5). Ini merupakan barometer seberapa agresif negara itu dalam meningkatkan kekuatan militernya.

Ekonomi China menyusut sekitar 6,8% pada kuartal pertama 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena pandemi virus corona yang menyebar dari pusat kota Wuhan, akhir tahun lalu.

China menghilangkan target pertumbuhan ekonomi 2020. Ini untuk pertama kalinya, namun menjanjikan dukungan pemerintah untuk ekonomi, seperti disampaikan dalam laporan kerja Perdana Menteri, Li Keqiang, dalam pertemuan parlemen tahunan. Dan juga Li berjanji bahwa angkatan bersenjata, yang terbesar di dunia, tidak akan menjadi lebih buruk.

"Kami akan memperdalam reformasi dalam pertahanan nasional dan militer, meningkatkan kapasitas dukungan logistik dan peralatan kami, dan mempromosikan pengembangan inovatif ilmu pengetahuan dan teknologi yang terkait dengan pertahanan," katanya kepada sekitar 3.000 anggota legislator, badan yang sebagian besar memiliki “stempel karet.”

"Kami akan memperbaiki sistem mobilisasi pertahanan nasional dan memastikan bahwa persatuan antara militer dan pemerintah dan antara militer dan rakyat tetap solid," tambahnya, berbicara di Aula Besar Rakyat.

Ancaman Keamanan Nasional

Collin Koh, seorang peneliti di Institut Studi Pertahanan dan Strategis Singapura, mengatakan Beijing merasakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pertahanannya dalam menghadapi apa yang dianggapnya sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

"Kembali pada modernisasi militer, terutama dalam hal angka yang dinyatakan dalam anggaran pertahanan, dapat mengirim sinyal yang salah kepada audiensi domestik dan eksternal," kata Koh.

China secara rutin mengatakan pengeluaran untuk tujuan defensif adalah persentase yang relatif rendah dari produk domestik bruto (PDB) negara itu. Ini hanya memberikan angka mentah untuk pengeluaran militer. Namun dipercaya secara luas oleh para diplomat dan pakar asing bahwa negara tersebut tidak melaporkan jumlah sebenarnya.

"China terus mengumumkan peningkatan pengeluaran pertahanan yang besar dan kami mendesaknya untuk transparan tentang pengeluaran itu, kekuatan militernya dan kebijakan pertahanan nasional," kata Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, pada hari Jumat.

Anggaran pertahanan China yang dilaporkan pada tahun 2020 adalah sekitar seperempat dari anggaran pertahanan Amerika Serikat tahun lalu, yang mencapai US$ 686 miliar.

Cina telah lama berargumen bahwa negara itu perlu menutup kesenjangan dengan Amerika Serikat. China, misalnya, hanya memiliki dua kapal induk, dibandingkan dengan 12 milik AS. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home