Loading...
INDONESIA
Penulis: Melki Pangaribuan 23:05 WIB | Senin, 27 Juli 2015

Christian Zebua: Permasalahan di Tolikara Berbau Politik

Christian Zebua (tengah). (Foto: Melki Pangaribuan)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Tokoh Intelektual Kristen yang pernah bertugas di Papua, Mayor Jenderal TNI Christian Zebua menilai akar masalah insiden Tolikara tidak terungkap secara jelas. Permasalahan yang baru saja terjadi di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua itu menurut dia telah berbau politik.

Oleh karena itu, kata Zebua, penyelesaian di Tolikara mesti mengedepankan hukum dan jangan dipolitisasi. Menurut dia, apabila dipolitisasi akan berkembang menjadi masalah besar terhadap persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ini belum selesai, akar masalah secara jujur itu tidak terungkap, malah ini sudah berbau politik. Tidak boleh. Makanya penyelesaian di Tolikara ini dikedepankan hukum, tidak perlu dipolitisasi. Karena kalau dipolitisasi maka akan berkembang menjadi masalah, jadi besar terhadap persatuan dan kesatuan,” kata Perwira Tinggi itu kepada satuharapan.com usai diskusi terbatas di Gedung Sinar Kasih, Jakarta, hari Senin (27/7).

Menurut Zebua, siapapun yang salah dalam insiden Tolikara mesti ditindak berdasarkan hukum yang berlaku. Dia berharap insiden Tolikara tidak dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok pemecah belah.

“Penerapan hukum, siapa yang salah ditindak sesuai dengan hukum. Jadi jangan dipolitisasi, jangan dikembangkan macam-macam itu akan besar. Dan ini bisa jadi dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu, dieksploitir masalah ini. Jadi ini jadi entry point buat mereka,” katanya.

Selanjutnya, Zebua mengatakan bahwa Papua mencintai kemajemukan dan keberagaman antara Kristen dan Islam. “Papua mencintai kemajemukan, khususnya keragaman Kristen dan Islam. Ada istilah ‘Satu batu tiga tungku’,” katanya.

Oleh karena itu, Zebua mengusulkan dalam membangun Papua secara menyeluruh perlu pendekatan agama dan budaya, melalui pemberdayaan tokoh agama, tokoh adat, pemerintah dan stake holder lainnya.

“Tentara bukan solusinya di sana.  Penyelesaian Papua bukan dengan senjata, tidak bisa. Penyelesainnya bukan dengan kekerasan,” katanya.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home