Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 03:04 WIB | Sabtu, 02 Februari 2019

Cuaca Kutub Landa AS, Suhu Mencapai Minus 54 Derajat Celsius

Ilustrasi. Cuaca dingin ala Kutub Utara menerpa sejumlah kota, termasuk Chicago. (Foto: bbc.com)

AMERIKA SERIKAT, SATUHARAPAN.COM – Sejumlah kota di kawasan tengah barat Amerika Serikat, dilanda cuaca ala kutub yang menyebabkan suhu menembus minus 54 derajat Celsius.

Di Kota Chicago, misalnya, temperatur mencapai minus 30 derajat Celsius. Bahkan, temperatur di sebuah kota kecil di Negara Bagian North Dakota menyentuh minus 54 derajat Celsius.

Cuaca luar biasa dingin ini berdampak kepada 250 juta warga AS. Sedikitnya tujuh orang meninggal dunia dan ratusan sekolah terpaksa ditutup.

Bagaimana Prakiraan Cuaca?

Salju, diperkirakan akan jatuh di sepanjang kawasan Great Lakes hingga New England di bagian pesisir timur AS. Ketinggian salju di Negara Bagian Wisconsin, misalnya, diestimasi akan mencapai 60 centimeter.

Status darurat telah diberlakukan di sejumlah negara bagian, seperti Wisconsin, Michigan, dan Illinois hingga di daerah selatan, yang biasanya lebih hangat seperti di Alabama dan Mississippi.

"Ini mungkin saat bersejarah," kata Ricky Castro, ahli meteorologi dari National Weather Service (NWS) di Illinois, yang dilansir bbc.com pada Kamis (31/1).

NWS memperingatkan masyarakat,  bahwa mati rasa bakal terjadi hanya dengan menghabiskan 10 menit di luar ruangan.

Sejauh ini Grand Forks di North Dakota mencatat suhu terendah pada Rabu (30/1) pagi, yaitu minus 54 derajat Celsius.

Pada akhir pekan ini, sebanyak 20 juta orang di daratan AS diperkirakan akan mengalami suhu minus 28 derajat Celsius atau lebih rendah.

Bagaimana Kematian Bisa Terjadi dalam Cuaca ini?

Pada Rabu (30/1), dua warga Michigan ditemukan meninggal dunia di kawasan permukiman mereka, sebagaimana dilaporkan kantor berita Associated Press.

Salah seorang di antara mereka, menurut aparat, mengalami disorientasi dan berjalan di tengah cuaca ekstrem tanpa busana yang mampu menahan dingin.

Sehari sebelumnya, pria berusia 55 tahun ditemukan meninggal dalam kondisi membeku di Milwaukee, Wisconsin. Bagian forensik menyatakan orang tersebut "tampaknya kolaps setelah menyekop salju".

Di Pekin, Illinois, NBC News melaporkan seorang pria berusia 82 tahun meninggal akibat hipotermia di luar rumahnya.

Kemudian, seorang pria berusia 75 tahun tewas akibat terkena kendaraan penyekop salju. Insiden ini tengah diinvestigasi, sebut WGN9 News.

Di Indiana bagian utara, pasangan muda meninggal dunia akibat tabrakan di jalan yang licin karena es.

Bagaimana Cuaca ini Mempengaruhi Kegiatan Harian?

Perusahaan pos AS, memutuskan untuk memberhentikan layanan pengantaran surat di sebagian wilayah di 10 negara bagian.

Ratusan sekolah, termasuk kampus, terpaksa ditutup di negara bagian yang terdampak cuaca ekstrem.

Pengantaran minuman bir juga dihentikan di Wisconsin, karena perusahaan-perusahaan pembuat bir khawatir minuman tersebut akan membeku di dalam truk.

Para pejabat dinas cuaca di Negara Bagian Iowa, sampai harus memperingatkan masyarakat untuk "menghindari menarik napas panjang dan meminimalkan bicara", jika berada di luar ruangan.

Para petani di kawasan tengah barat mengambil langkah-langkah guna melindungi ternak mereka, termasuk membangun igloo untuk ayam.

Bahkan, di North Dakota, dua peternak bernama Joey Myers dan Scott Bailey mengatakan kepada kantor berita Reuters, mereka akan menginap bersama hewan-hewan demi menghindari korban di tengah cuaca buruk.

Cuaca dingin, bisa menyebabkan sapi yang bunting untuk melahirkan secara prematur ,dan bayi sapi tidak bisa hidup dalam kondisi seperti itu, kata mereka.

Organisasi pelindung hewan, Peta, mengingatkan khalayak untuk membawa hewan peliharaan mereka ke dalam ruangan.

Sementara itu, di tengah cuaca dingin ini, masih ada pihak yang berupaya membuat orang-orang tersenyum.

Kepolisian di Distrik McLean, Negara Bagian Illinois, mengumumkan tokoh Elsa dalam film Disney Frozen, telah ditangkap.

 

Back to Home