Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Dewasasri M Wardani 09:32 WIB | Rabu, 03 Februari 2016

Daun Ungu, Berkhasiat Sembuhkan Wasir

Daun ungu (Graptophyllum pictum). (Foto: bbppketindan.bppsdmp.pertanian.go.id)

SATUHARAPAN.COM – Daun ungu adalah tumbuhan berkhasiat obat dari Papua Nugini dan Polinesia, yang kemudian menyebar ke Indonesia.

Daun ungu memiliki bermacam-macam nama daerah, di antaranya demung, tulak, wungu (Jawa), daun temen-temen, handeuleum (Sunda), karotong (Menado), temen (Bali), kadi-kadi, kobi-kobi (Ternate), dan daun putri (Ambon). Secara internasional, tumbuhan ini dikenal dengan nama ilmiah Graptophyllum pictum.

Daun ungu, seperti dibaca di Wikipedia, adalah tumbuhan perdu tegak, setinggi 1,5-8 m. Batangnya termasuk batang berkayu, beruas, permukaannya licin dengan warna ungu kehijauan.

Daunnya tunggal, bertangkai pendek, bentuknya bulat, pertulangannya menyirip, dengan permukaan atas mengkilap, dan tepinya rata. Bunganya majemuk, keluar di ujung batang, dengan rangkaian tandan yang berwarna keunguan dengan panjang 3-12 cm.

Buahnya berbentuk kotak lonjong, berwarna ungu kecokelatan. Bijinya bulat dan putih dan berkulit tebal. Akarnya berjenis tunggal dan berwarna cokelat muda.

Daun ungu tumbuh sampai pada 1.250 m di atas permukaan air laut. Tumbuhan ini dibudidayakan sebagai tumbuhan pagar dan tumbuhan hias, dan tumbuh  di tempat yang banyak disinari matahari. Selain itu pula, juga tumbuh di tempat lembap dan hangat.

Menurut Herbarium Bogor, daunnya yang muda sering digunakan penduduk sebagai bahan makanan. Pada upacara menuai padi, daun ungu ini digunakan sebagai pelindung sajen di sawah.

Tumbuhan ini dibudidayakan dengan menggunakan biji atau stek batang. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dengan cara penyiraman yang cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan terutama pupuk dasar.

Kemampuan dan Manfaat

Daun ungu seperti dikutip dari buku Obat Asli Indonesia, karya A Seno Sastroamidjojo, dari Penerbit Dian Rakyat (1965), dapat digunakan sebagai obat luar, untuk membersihkan rambut, obat bisul (menjadi matang dan pecah), obat kudis.

Sebagai obat dalam, biasa dimanfaatkan untuk perempuan dalam masa nifas. Daunnya direbus dan airnya sebagai diuretikum. Dicampur dengan kembang lawang, dibalurkan di atas perut bagian bawah. Juga sebagai obat anuria (ginjal, buang air kencing terhalang), mengobati batu ginjal, wasir, dan hepatitis.

Selain itu, tumbuhan ini dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Spesies ini berpotensi sebagai antidiabetes, dan lebih berkualitas lebih baik dibandingkan dengan metformin (obat standar antidiabetes).

Beberapa penelitian yang dilakukan beberapa peneliti dari berbagai universitas di Indonesia, membuktikan manfaat  kandungan daun ungu, seperti dikutip dari berkhasiat.web.id.

Daun ungu, menurut Prof Dr Sumali Wiryowidagdo Apt, guru besar Farmasi Universitas Indonesia, mengandung pektin untuk mengembangkan saluran cerna, sehingga mempermudah defekasi dan tak menimbulkan luka atau peradangan.  

Daun ungu, mengandung lendir yang bisa melunakkan kotoran sehingga mencegah terjadinya sembelit. Selain bersifat  peluruh kencing (diuretik) dan mempercepat pemasakan bisul, daun ungu juga berkhasiat sebagai pencahar ringan (mild laxative), pelembut kulit (emolien).

Khasiat daun ungu sebagai anti-hemorrhoid, dibuktikan oleh Prof dr H Sardjono Oerip Santoso dari Farmakologi FKUI. Salah satu kandungan yang ada pada obat wasir alami yaitu, ambextra unlergo, ada pada daun ungu ini.

Dengan meminum rebusan daun ungu sebanyak 9-10 gram daun ungu segar dalam dua gelas air (600 cc) sampai menjadi satu gelas rebusan, satu kali dalam satu hari, lima hari kemudian, efek yang ditimbulkan gejala hemorroid seperti nyeri, pendarahan, dan panas, hilang tak berbekas. Berkat daun ungu, pengidap ambeien tak perlu lagi mengkonsumsi obat-obatan jenis phlebodinamic seperti radium dan daflon.

Sebagai analgesik pun, khasiat daun ungu teruji sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian yang dilakukan Dr drg Nur Permatasi MS, dr Umi Kalsum MKes, dan dr Nurdiana MKes dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Mereka menyatakan, kandungan alkaloid daun ungu mempunyai kemampuan sebagai antiinflamasi dan juga sebagai analgesik pada hewan percobaan.

Efek analgesik tersebut, ditunjukkan dengan terjadinya penurunan nilai ambang nyeri setelah pemberian ekstrak alkaloid pada dosis 1,5, 3, dan 6 mg/kg. Menurut trio peneliti tersebut kemampuan efek analgesik dan antiinflamasi fraksi alkaloid dari ekstrak etanol daun ungu ampuh menurunkan nilai ambang nyeri pada dosis 3 mg/kg bobot tubuh. Itu setara dengan pemberian aspirin dengan dosis 125 mg/kg bobot tubuh. Itu berkat kemampuan alkaloid daun ungu dalam menghambat pembentukan prostaglandin.

Gebrakan daun ungu tak hanya berhenti sampai di situ. Penelitian yang dilakukan drg Endang Wahyuningtyas MS SpPros dari Jurusan Ilmu Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi UGM, menyimpulkan daun ungu bermanfaat untuk sanitasi gigi palsu. Daun ungu berkhasiat mencegah pertumbuhan bakteri mutan streptococcus, cendawan, dan mencegah pertumbuhan plak.

Penelitian tersebut merekomendasikan, pencegahan terbaik untuk menghambat plak, bakteri, dan cendawan terjadi pada konsentrasi kandungan daun ungu sebanyak 40 persen Daun ungu ternyata mengandung berjuta manfaat.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home