Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 09:45 WIB | Kamis, 17 Januari 2019

De Stilte Pentaskan Repertoar "Flying Cow"

Pementasan repertoar "Flying Cow" karya koreografer Jack Timmerman di concert hall Taman Budaya Yogyakarta, Rabu (16/1) malam. (Foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Setelah pentas di Teater Salihara, Jakarta pada Sabtu (12/1), De Stilte, sebuah dance company asal Belanda mementaskan kembali repertoar berjudul "Flying Cow", Rabu (16/1) malam di concert hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Pementasan tersebut merupakan rangkaian tour De Stilte di Indonesia dari 11 sampai 19 Januari 2019.

Flying Cow merupakan karya koregrafer Jack Timmerman yang mengisahkan tentang persahabatan, solidaritas, bermain, sekaligus  memancing imajinasi penonton. Repertoar ini terutama untuk memunculkan rasa keingintahuan pada anak-anak melalui gerak/koreografi yang artistik dalam dukungan tata suara dan pencahayaan yang dinamis.

Untuk keperluan tersebut, bekerjasama dengan Warta Jazz, Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis mengundang dan memfasilitasi beberapa panti asuhan di Yogyakarta untuk menyaksikan repertoar tersebut. Melalui bermain, anak-anak belajar tentang dunia mereka menggunakan hati dan jiwa mereka. Mereka bisa belajar bagaimana memposisikan diri dalam masyarakat yang terus berkembang. Bermain adalah kebalikan dari rutinitas sehari-hari: tempat latihan pribadi anak. Saat bermain, anak-anak bertemu dunia dengan syarat dan format mereka.

Sementara dalam hal teknis tata cahaya yang ditangani Pink Steenvoorden dan tata suara oleh Timothy van der Holst, De Stilte menerapkan standar minimal yang bisa mendukung pementasan. Beruntung concert hall TBY memiliki sound system dan akustik ruangan yang memadai untuk penampilan De Stilte terlebih lebar panggung concert hall TBY lebih dari cukup untuk repertoar “Flying Cow” yang mensyaratkan minimal 9 m x 9 m dalam balutan warna hitam sehingga tiga penari (dancer) Gianmarco Stefanelli, Tessa Wouters, Kaia Vercammen bisa tampil secara maksimal dan leluasa merespon keseluruhan space pada panggung.

“Program ini (pementasan Flying Cow) merupakan kelanjutan program kerjasama dengan Erasmus Huis dari tahun-tahun sebelumnya untuk mementaskan kelompok seni dari Belanda di Yogyakarta dan juga Indonesia.” jelas bagian marketing-communication kegiatan Amelberga Astri  kepada satuharapan.com.

Selanjutnya De Stilte akan kembali mementaskan “Flying Cow” pada Sabtu (19/1) di Gedung Balai Budaya-Balai Pemuda, Surabaya.

 

Zuri Hotel
Back to Home