Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 09:09 WIB | Minggu, 22 Januari 2017

Delia Von Rueti: Desainer Perhiasan Pegiat Lingkungan

Delia Von Rueti: Desainer Perhiasan Pegiat Lingkungan
Delia Von Rueti, desainer perhiasan yang menggagas “Love & O2 dan Gerakan 1 T-Shirt for 1 Tree Movement” untuk hutan hujan tropis di Indonesia. (Foto: Diah A.R)
Delia Von Rueti: Desainer Perhiasan Pegiat Lingkungan
Delia Von Rueti (tengah) bersama Titi Dj (kiri) dan Teuku Zacky (kanan).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Tak banyak selebriti atau figur publik dari Indonesia maupun mancanegara yang berkarya menyuarakan lingkungan. Sebut saja kakak kandung Paramita Rusadi, Ully Sigar Rusadi yang karyanya tak jauh dari lingkungan hidup; mantan Puteri Indonesia, Angelina Sondakh yang peduli terhadap habitat dan kelangsungan hidup orangutan; Nugie yang karyanya tak melulu soal cinta dan aktor Hollywood, Leonardo DiCaprio yang peduli akan lingkungan hidup sampai membuat sebuah yayasan lingkungan hidup.

Begitu pula yang dilakukan oleh Delia Von Rueti. Delia adalah desainer perhiasan yang karyanya tak diragukan lagi bagi sosialita kelas atas. Sebut saja keluarga Al Fayed, Sharon Stone, Michelle Yeoh menjadi deretan sosialita dunia yang memakai perhiasan karya Delia.

Peduli lingkungan memang dirasa tak ‘seksi’ bagi sebagian besar figur publik. Namun, Delia memandang peduli lingkungan adalah salah satu instrumen yang penting yang bisa dilakukan anak bangsa untuk menyelamatkan lingkungan. Teori pohon bisa menghasilkan oksigen membuatnya terobsesi untuk melakukan gerakan “Love & O2 dan Gerakan 1 T-Shirt for 1 Tree Movement”.

“Love & O2 adalah sebuah panggilan untuk mencintai bumi. Saya berharap masyarakat Indonesia dapat meningkatkan kesadaran dan menyebarkan cinta untuk bumi, sehingga kita tidak pernah lupa betapa berharganya bumi ini,” kata dia dalam konferensi pers di Grand Hyatt Jakarta Pusat, pada bulan November lalu.

Melalui gerakan tersebut, ibu dari tiga orang anak ini memiliki mimpi besar membangun taman hutan hujan tropis untuk kali pertama di Indonesia. Seperti diketahui, hutan hujan tropis juga dikenal sebagai paru-paru dunia. Diperkirakan, sekitar 40 persen produksi oksigen dunia dihasilkan dari Indonesia. Dan Indonesia merupakan kawasan yang memiliki hutan hujan tropis terbanyak di antara negara lain di Asia, salah satunya ada di Pulau Kalimantan.

Pada titik inilah Delia mendonasikan lahan pribadinya seluas 2.500 hektar untuk konservasi. Lahan tersebut berada di Muara Teweh, dekat dengan Bandar Udara Baringin (hanya sekitar 7 km), Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah.

“Sebagai salah satu bentuk sumbangsih untuk negara yang saya cintai ini, saya siap untuk mendonasikan lahan pribadi untuk konservasi. Mimpi besar saya adalah, kita dapat membangun Taman Hutan Hujan Tropis pertama di Indonesia, yang kelak dapat dinikmati oleh generasi berikutnya,” kata Delia.

Gerakan ini menjadi langkah nyata atas keresahan perempuan asal Pematang Siantar, Sumatera Utara yang melihat semakin berkurangnya lahan hutan yang ada di Indonesia, bahkan dunia. Bagaimana populasi flora dan fauna turut berkurang drastis seiring berkurangnya hutan tempat habitat mereka.

Mengutip apa yang diungkapkan oleh perspektif ecocentric: “Bumi dan seisinya cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang, tapi bukan keserakahan semua orang.” Dari situ Delia melihat, bahwa tidak semua yang ada di bumi ini dapat dihabiskan.

“Dengan segala kerendahan hati, saya sebagai individu, seorang istri, dan seorang Ibu dari tiga orang anak, ingin membantu dan mengajak kita semua agar dapat menikmati kondisi yang lebih baik bagi planet kita yang indah ini. Dan bersama Love & O2 kami juga ingin meningkatkan kesadaran dan menyebarkan cinta untuk bumi kita sehingga kita tidak pernah lupa betapa berharganya bumi ini,” tandasnya.

Selain mendonasikan lahan miliknya seluas 2.500 hektar, Delia juga menggagas “1 T-shirt for 1 Tree Movement” di mana Delia mendesain sendiri T-shirt cantik dan unik yang akan dijual ke masyarakat luas. Hasil dari penjualan T-shirt seharga Rp 100.000 ini nantinya akan disumbangkan untuk membantu penanaman pohon serta pemeliharaan Taman Hutan Hujan Tropis.

Lahan ini akan ditanami pohon dengan jenis kayu keras seperti pohon kayu besi atau kayu ulin, meranti, merupakan jenis pepohonan yang dapat tumbuh cepat di hutan tropis Kalimantan Tengah. Selain itu akan ditanami pula dengan buah tanaman keras seperti manggis, nangka, tamarin, flamboyan, ketapang, kemuning, dan masih banyak lagi.

Delia menambahkan, “Saya ingin menjadikannya sebagai taman paling indah dan diharapkan dengan tumbuh dan berbuahnya pohon-pohon ini, para satwa akan kembali ke habitatnya karena tersedia banyak buah yang bisa mereka makan.”

Dia berharap gerakan ’satu T-shirt untuk satu pohon’ ini akan tumbuh dan mencapai setiap sudut Indonesia, bahkan hingga seluruh dunia.

Dengan aksi ini Delia juga ingin membuktikan bahwa ‘kebun kecilnya’ bisa mengikuti semua peraturan yang ada di Indonesia dan dunia, serta bercita-cita untuk memiliki kebun contoh yang berkelanjutan.

 

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum

Back to Home