Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 19:25 WIB | Minggu, 17 Agustus 2014

Demonstran Pro-Perdamaian Israel Gelar Unjuk Rasa

Para pengunjuk rasa mengacungkan spanduk dalam bahasa Ibrani bertuliskan: Keadilan untuk semua orang (kiri) dan jika tidak ada perdamaian perang akan meletus (kanan), saat ribuan warga Israel melangsungkan aksi protes di kota Tel Aviv yang menyerukan agar pemerintah Israel bernegosiasi dengan Otoritas Palestina pada 16 Agustus 2014. (Foto: AFP)

TEL AVIV, SATUHARAPAN.COM - Ribuan Warga Israel pendukung perundingan damai dengan otoritas Palestina untuk mengakhiri konflik Gaza, berunjuk rasa di Tel Aviv pada Sabtu (16/8).

Protes properdamaian itu merupakan yang terbesar di Israel sejak negara tersebut meluncurkan operasi Protective Edge pada 8 Juli, sebuah serangan yang merenggut sedikitnya 1.980 warga Palestina dan 67 warga Israel.

Aksi unjuk rasa didukung oleh oposisi sayap kiri partai Meretz dan Peace Now, sebuah kelompok yang menentang bangunan permukiman Yahudi di wilayah yang duduki, serta partai komunis Hadash.

Negosiator Israel dan Palestina pada Sabtu melanjutkan kembali pembicaraan tidak langsung dengan mediator Mesir untuk mencapai gencatan senjata permanen, sebelum gencatan senjata saat ini berakhir pada Senin tengah malam.

Demonstran mengecam pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menuduh mereka menolak bernegosiasi dengan kepala negara Palestina, Mahmud Abbas.

“Semua yang dilakukan pemerintah Netanyahu hanya lah melemahkan Abbas dan memperkuat Hamas,” kata anggota parlemen Meretz, Nitzan Horowitz, merujuk kepada operasi negara Yahudi itu untuk mengakhiri serangan roket dari wilayah Palestina yang dikuasainya.

Pemimpin partai Zehava Galon menyerukan Netanyahu untuk mundur. “Dia gagal, baik dalam keamanan maupun perdamaian -dia harus turun,” katanya. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home