Loading...
BUDAYA
Penulis: Febriana Dyah Hardiyanti 19:34 WIB | Sabtu, 25 Februari 2017

Desainer Hannie Hananto: Busana Pengantin Tak Harus Mahal

Salah satu busana pengantin muslim karya Hannie Hananto saat melenggang dalam fashion show AFDS di Lobby Lounge Gran Melia Hotel, Jakarta Selatan, hari Jumat (24/2). (Foto: Febriana DH)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Membuktikan bahwa menikah tak harus mahal, desainer Hannie Hananto menciptakan busana pengantin perempuan ready to wear dengan harga miring atau low budget. Bagi Hannie, ‘mengerdilkan’ biaya pernikahan sangat penting di era yang segala sesuatu menjadi serba mahal.

“Ini tujuannya untuk calon pengantin yang terhalang menikah hanya gara-gara harga dress pengantin yang mahal. Oleh karenanya, saya tergerak membuat busana yang mempermudah khususnya calon pengantin perempuan dalam memiliki dress pengantin yang harganya tak lebih dari lima juta rupiah,” ujar Hannie kepada satuharapan.com usai konferensi pers fashion show Asean Fashion Designers Showcase (AFDS) di Lobby Lounge Gran Melia Hotel, Jakarta Selatan, hari Jumat (24/2).

Hannie yang bekerja sama dengan muridnya bernama Nira, membuat busana pengantin perempuan kali ini menyasar pada busana bernafaskan nilai Islami. “Saya yang membuat fashion drawing-nya, dan Nira yang mengeksekusinya menjadi dress. Kami membuat desainnya dengan sertifikat Islamic Fashion Institute,” katanya.

Hannie menyatakan, bergabung dengan AFDS karena merasa sesuai dengan konsep yang diusung oleh AFDS, yakni mengembangkan karya desainer-desainer muda berbakat di wilayah Asia.

“Bersama AFDS kami berkolaborasi membuat busana pengantin muslim yang ready to wear dengan gaya simple dan terkesan muda,” ujar Hannie.

Hannie dan Nira pun sepakat ke depan akan membuat brand bersama mereka yang dinamai Hanira semakin dikenal masyarakat dengan mengikuti berbagai fashion show.

“Bulan depan kami ke Makassar dan Surabaya untuk menggelar fashion show,” katanya.

Dalam fashion show perdana bersama AFDS, keduanya menyajikan enam look berbahan tile yang memakai warna hitam, putih, peach, serta biru.

Konsep AFDS digagas pertama kali pada bulan Agustus 2015 oleh desainer asal Singapura, Hayden Ng. Saat ini member AFDS sebanyak 14 desainer dari negara Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, Cambodia, Vietnam, dan Laos.

AFDS yang turut didukung oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) serta professional make up, LT Pro, memberi kesempatan pecinta fashion untuk dapat menyaksikan langsung koleksi ready to wear terpilih desainer-desainer Asia. Setelah fashion show di Jakarta, pada bulan Mei mendatang, AFDS hadir di Singapura, bulan Juni di Cambodia, bulan September di Laos, bulan Oktober di Kuala Lumpur, dan Thailand di penghujung tahun 2017.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home