Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 08:41 WIB | Jumat, 26 Juni 2020

Dilaporkan Pemerintah GNA Libya Danai 28 Milisi

Anggota pasukan pemerintah GNA Libya memegang senjatanya setelah mengambil alih pangkalan udara Watiya. (Foto: dok. Reuters)

TRIPOLI, SATUHARAPAN.COM-Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya mendanai 28 milisi dan kelompok tentara bayaran untuk berjuang dalam perang saudara yang sedang berlangsung. Dana GNA untuk kelompok milisi itu mencapai US$ 50 juta per milisi setiap bulan, menurut seorang kepala suku yang dikutip dalam pernyataan resmi.

Imran Ambiou Al-Qanash, anggota Komite Rekonsiliasi Rakyat Mesir dan Libya, mengatakan GNA menghabiskan jumlah itu untuk gaji, persenjataan, dan persediaan senjata untuk milisi, juga untuk operasi dan perjalanan, menurut laporan Al Arabiya.

Dia mengatakan kelompok-kelompok milisi yang setia kepada GNA termasuk aliansi milisi berbasis di Tripoli yang dikenal sebagai Pasukan Perlindungan Libya, Brigade Al-Samoud, Brigade Nawasi, Pasukan Pencegah dan Intervensi Bersama, Sumbu Abu Salim, milisi Bab Tajura , dan Batalyon Liberal.

Al-Qanash menambahkan bahwa milisi itu baru-baru ini menjarah rumah-rumah sipil di Tarhuna, di barat daya Tripoli. Mereka juga diduga melakukan eksekusi dan penahanan di lapangan, dan telah melakukan operasi serupa di daerah-daerah di selatan ibu kota, termasuk Bani Walid, Al-Asaba dan Qasr bin Ghashir.

Milisi GNA termasuk ekstremis Libya, ISIS, dan tentara bayaran Suriah, menurut Al-Qanash, Dia mengatakan bahwa mereka dipimpin oleh anggota Ikhwanul Muslimin dan Al-Qaeda, dan individu yang sebelumnya ditahan di Guantanamo.

Turki, yang telah mendukung GNA dalam perang saudara yang sedang berlangsung melawan Tentara Nasional Libya (LNA), dan telah dituduh mengirim ribuan tentara bayaran Suriah ke Libya, serta amunisi, senjata dan drone.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home