Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 12:45 WIB | Rabu, 12 Februari 2020

Dinamai COVID-19, WHO Sebut Virus Corona Lebih Buruk dari Terorisme

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan virus corona ini berpotensi menciptakan kekacauan lebih buruk dibandingkan serangan teroris. (Foto: abc.net.au/AP/Salvatore Di Nolfi/Keystone)

JENEWA, SATUHARAPAN.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, penyebaran virus corona yang terjadi saat ini berpotensi menjadi ancaman lebih serius bagi dunia dibandingkan terorisme.

WHO juga mengatakan, vaksin pertama untuk mencegah virus corona ini mungkin baru akan tersedia dalam 18 bulan mendatang.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa mengatakan, karena tidak tersedianya vaksin maka "kita harus berusaha melakukan apa pun dengan senjata yang ada" dan memperingatkan epidemik ini 'merupakan ancaman yang sangat serius.'

"Secara jujur, virus ini berpotensi sangat besar menciptakan kekacauan sosial, politk, dan sosial lebih dibandingkan serangan teroris," kata Dr Ghebreyesus, yang dilansir abc.net.au, pada Rabu (12/2).

"Bila dunia tidak tersadarkan dan melihat bahwa virus ini adalah musuh nomor satu sekarang, saya kira kita tidak akan belajar dari apa yang terjadi."

Saat ini virus corona sudah menelan korban tewas 1.017 orang di China dengan 42.708 kasus mereka yang terkena.

Sejauh ini baru ada 319 kasus di 24 negara dan kawasan di luar China, dengan dua kematian, satu di Hong Kong dan satu di Filipina.

Dr Ghebreyesus mengatakan virus ini sekarang resmi diberi nama COVID-19.

WHO juga mendesak berbagai negara untuk meningkatkan usaha mendeteksi dan mengisolasi virus, khususnya di sekitar 30 negara yang memiliki sistem layanan kesehatan yang lebih lemah, dimana penyebaran virus bisa menimbulkan krisis.

"Dengan 99 persen kasus terjadi di China, ini masih menjadi hal yang darurat bagi negara tersebut, namun krisis yang memberikan ancaman besar bagi dunia secara keseluruhan," katanya.

WHO juga menyampaikan kekhawatiran mengenai penyebaran virus oleh mereka yang tidak pernah melakukan perjalanan ke China, merujuk kasus minggu ini yang terjadi di Inggris dan Prancis.

Seorang pria Inggris Steve Walsh yang dijuluki 'penyebar super' berbicara untuk pertama kalinya kepada pers hari Selasa (11/2) meminta maaf terhadap mereka yang tertular virus tersebut dari dirinya.

Walsh tanpa sengaja menulari 11 orang lain dengan virus corona, setelah dia sendiri terkena kasus tersebut ketika dia berada di Singapura.

Pria berusia 53 tahun tersebut, kemudian mengunjungi sebuah resor ski di Prancis sebelum kembali ke rumahnya di Hove di Inggris.

Diperkirakan delapan kasus virus corona di Inggris berhubungan langsung dengan Steve Walsh.

Selesai Bulan April

Sementara iru, di China, penasihat senior masalah virus tersebut Zhong Nanshan mengatakan,  kepada kantor berita Reuters bahwa krisis penyebaran kasus ini akan berakhir di bulan April.

Dia mengatakan kasus baru di beberapa provinsi sudah mulai menurun, dan diperkirakan puncak penyebaran kasus adalah bulan Februari ini.

"Saya berharap penyebaran ini akan berhenti bulan April," kata Dr Zhong.

Dr Zhong (83 tahun) adalah dokter yang menjadi terkenal dalam perannya menghentikan penyebaran virus SARS di tahun 2003. (abc.net.au)

 

 

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home