Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 01:36 WIB | Selasa, 24 Maret 2020

Dinkes: Hoaks Pengaruhi Kinerja Tenaga Kesehatan

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, HM Husni Thamrin saat memperlihatkan peta sebaran COVID-19 di Sulsel melalui covid19.sulselprov.go.id kepada awak media di Makassar, Senin (23/03/2020). (Foto: Antara/Nur Suhra Wardyah

MAKASSAR, SATUHARAPAN.COM - Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, HM Husni Thamrin menyampaikan berita hoaks mengenai virus corona baru atau COVID-19 mempengaruhi kinerja tenaga medis dalam melakukan pelayanan kesehatan.

Kepada awak media di Makassar, Senin (23/3), Husni meminta media termasuk masyarakat bijak menyampaikan informasi mengenai berita hoaks yang bisa menurunkan semangat tenaga medis dalam memberikan pelayanan maksimal terkait kasus COVID-19 di Sulsel.

"Kita harus bijak bersosmed, jangan langsung share, karena ini bisa meresahkan masyarakat. Apalagi bisa mengendorkan semangat tenaga kesehatan. Kalau semangatnya kendor gimana," kata Husni Thamrin.

Menurut Husni, semua elemen khususnya masyarakat harus komitmen bersama mengenai informasi seputar COVID-19. Penyampaian validitas informasi itu hanya akan disampaikan oleh gubernur dan dinas kesehatan.

"Jadi sepanjang bukan mereka (gubernur dan dinas kesehatan) yang sampaikan artinya itu tidak benar," katanya.

Sementara itu Kepala Sub Bagian Humas dan Pemasaran RSUP Wahidin Sudirohusodo, Dewi Rizki Nurmala menyampaikan berita hoaks sangat mengganggu kerja tenaga medis sebab mengganggu konsentrasi.

"Sebenarnya sangat mengganggu karena di satu sisi kami harus konsentrasi memberikan pelayanan dan sisi lain kami juga butuh istirahat tetapi ketika kita stress karena berita hoax bisa mengganggu jam istirahat," ujar dia.

Hal ini, kata Dewi sapaannya, diperparah dengan APD (Alat Pelindung Diri) yang sangat minim, sementara pasien yang datang untuk memeriksakan kesehatannya terkait COVID-19 semakin meningkat setiap harinya.

Oleh karena itu, Dewi meminta peran masyarakat untuk mematuhi kebijakan pemerintah tinggal di rumah selama 14 hari selama masa inkubasi, sebab ini juga dianggap membantu kinerja tenaga kesehatan memutus rantai penyebaran COVID-19.

"Masa sekarang, kita harus saling memahami peran kita masing-masing. Apalagi ada pasien positif COVID-19 yang tidak disertai gejala," pungkasnya. (Ant)

 

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home