Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Reporter Satuharapan 13:26 WIB | Rabu, 08 Agustus 2018

Dirjen Bimas Kristen Sampaikan Pesan Menteri untuk Gereja

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Thomas Pentury. (Foto: Doksatuharapan.com/Unpatti)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Thomas Pentury, menyampaikan pesan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tentang kehidupan bergereja dalam mendukung toleransi. Pesan itu disampaikan Thomas saat mewakili Menag membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII), di Jakarta, Selasa (7/8).

“Menag menyampaikan tiga sikap gereja yang perlu ditumbuhkembangkan dalam merawat toleransi itu,” kata Thomas, dikutip dari siaran pers Bimas Kristen yang dilansir kemenag.go.id.

Sikap pertama yang perlu dikembangkan menurut Menag adalah sikap gereja untuk mendukung terciptanya kerukunan dan persaudaraan sejati dalam kebersamaan dengan agama dan kepercayaan. Kedua, gereja perlu menumbuhkembangkan sikap menghargai agama dan kepercayaan lain sebagai ungkapan toleransinya.

“Ketiga, gereja perlu membangun kebersamaan dan sikap terbuka terhadap agama dan kepercayaan lain melalui dialog,” ucap Dirjen pada kegiatan yang juga bertepatan dengan HUT ke-47 PGLII.

Dirjen juga menyampaikan pesan kepada para tokoh agama dan umat Kristiani. Pemerintah mengharapkan agar insan Kristiani dapat menjadi pelopor pemersatu bangsa. Tak hanya itu, Thomas menyampaikan hararapan bahwa umat Kristiani dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh bangsa.

“Caranya dengan mendukung lewat doa dan partisipasi aktif  berbagai kebijakan dan program pemerintah,” Thomas menjelaskan.

Dalam sambutan tertulisnya Menag juga menyampaikan bahwa moderasi dan kerukunan antarumat beragama harus terus dilakukan. Caranya dengan memperkuat konsensus berbentuk aturan dan etika bersama dalam mewujudkan kerukunan internal dan antarumat beragama.

“Para pemimpin umat beragama perlu membangun harmoni sosial dan persatuan nasional,” kata Thomas.

 

Editor : Sotyati

Back to Home