Loading...
RELIGI
Penulis: Melki Pangaribuan 13:33 WIB | Senin, 30 November 2020

Dirjen Kristen: Dialog Kunci Terciptanya Kerukunan

Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama bekerja sama dengan Kanwil Kemenag Provinsi Papua Barat menggelar Dialog Tokoh Agama dan Masyarakat/Adat di Sorong. (Foto: Kemenag)

SORONG, SATUHARAPAN.COM - Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury menggarisbawahi pentingnya dialog untuk merawat kerukunan.

Menyitir hukum Newton, Thomas yang juga merupakan profesor ilmu Matematika ini menggambarkan bahwa hubungan gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya. 

“Kita mengetahui bersama, ada paham kiri dan paham kanan, yang ditengah-tengahnya paham moderat. Untuk menghentikan gerak agar tidak terjadi benturan keduanya adalah dengan membuka dialog,” kata Thomas Pentury dalam acara Dialog Tokoh Agama dan Masyarakat/Adat di Sorong, hari Minggu (29/11).

Tugas dan fungsi Kementerian Agama salah satunya adalah membangun kehidupan keagamaan hingga pengembangan dunia pendidikan keagamaan.

“Dialog antar agama akan menghentikan gerak konflik dan menjadi kata kunci kehidupan beragama demi terciptanya kerukunan, kedamaian dan kesejahteraan masyarakat,” papar Thomas Pentury.

“Dialog kunci terciptanya kerukunan,” ulangnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Dirjen Bimas Katolik Aloma Sarumaha. Menurutnya, Ditjen Bimas Katolik terus berupaya membangun kehidupan keagamaan yang baik dan seimbang.

“Kita duduk bersama dan terus melakukan dialog. Tujuannya adalah mengerucutkan tujuan masyarakat yang ingin hidup damai dan sejahtera,” kata Aloma Sarumaha.

Aloma Sarumaha juga menyampaikan bahwa Ditjen Bimas Katolik terus berupaya mewujudkan kebutuhan manusiawi dan kebutuhan keagamaan masyarakat Katolik agar terus bisa hidup lebih lembut.

"Semoga dengan terus melakukan bermacam dialog menjadikan kita semua tetap rukun, damai dan sejahtera,” kata Aloma.

Staff khusus Menteri Agama, Zul Effendi Syarif juga menegaskan pentingnya membuka ruang dialog dalam upaya mewujudkan kehidupan keagamaan yang baik dan rukun. Untuk itu, dia mendorong penguatan peran Forum Kerukunan Umat Beragama.

“Keberadaan FKUB sebagai syarat penting membina kerukunan. Mari kita terus tingkatkan forum-forum semacam ini baik tingkat lokal, nasional hingga internasional,” ajak Zul Effendi. (Kemenag)

 

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home