Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 07:50 WIB | Sabtu, 01 Juni 2019

Doa Tuhan Yesus

Dan kesatuan sejati tampak jelas dalam doa bersama.
Kesatuan sejati: doa bersama (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Berkenaan dengan peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus ke surga, Mark Link, dalam bukunya Perjalanan, menyatakan bahwa saat kritis dalam suatu lomba lari estafet ialah pada saat perpindahan tongkat dari seorang pelari kepada pelari yang lain. Kecepatan lari kedua orang tersebut harus sama. Dan sering kali menang atau kalah lebih banyak ditentukan oleh perpindahan tongkat ketimbang saat-saat yang lain.

Tepat sebelum naik ke surga, Yesus Kristus menyerahkan tongkat tanggung jawab Kerajaan Allah kepada para murid-Nya. Ia mengutus para murid untuk melanjutkan karya-Nya di dunia. Ini bukan perkara mudah.

Oleh karena itu, Yesus membekali para murid-Nya dengan doa: ”Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yoh. 17:21). Dalam doanya, Sang Guru dari Nazaret menekankan beberapa hal.

Pertama, Yesus agaknya meyakini, kesatuan bukanlah hal yang mudah diusahakan. Manusia berdosa cenderung berseteru ketimbang bersekutu. Dan karena itulah, Sang Guru mendoakan kesatuan para murid. Tak hanya yang berjumpa fisik dengan-Nya, tetapi juga orang-orang yang kemungkinan besar akan menjadi murid-murid-Nya (ay. 20). Tampaknya Yesus percaya bahwa para murid-Nya mampu mengerjakan tugas sebagai saksi.

Kedua, kesatuan tersebut tidaklah menjadikan kesatuan duniawi sebagai pola. Polanya adalah pola ilahi. Kesatuan Bapa dan Yesus.

Ketiga, dampak dari kesatuan itu ialah dunia percaya. Pengaruhnya luar biasa. Kesatuan merupakan panggilan setiap Kristen.

Dalam bukunya Hidup Bersama (terbitan Literatur Perkantas), Dietrich Bonhoeffer menyatakan: ”Kehadiran jasmani orang Kristen lainnya merupakan sumber sukacita dan kekuatan tak tertandingi bagi orang percaya.” Mengapa? Masih menurut Bonhoeffer, ”Seorang Kristen memerlukan seorang Kristen lainnya yang mengucapkan Firman Tuhan kepadanya. Ia memerlukannya berulang kali, ketika ia menjadi tidak yakin dan semangatnya mundur, karena ia tidak dapat menolong dirinya sendiri....”

Dan kesatuan sejati tampak jelas dalam doa bersama.

Editor : Yoel M Indrasmoro

TOA
Bank Central Asia
Zuri Hotel
Back to Home