Google+
Loading...
HAM
Penulis: Endang Saputra 22:49 WIB | Selasa, 25 Oktober 2016

Dokumen Asli Laporan TPF Munir Sedang Ditelusuri

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono memberikan penjelasan terkait hilangnya berkas pembunuhan aktivis Munir di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/10). SBY melalui mantan Mensesneg Sudi Silalahi mengakui naskah asli Tim Pencari Fakta (TPF) kasus pembunuhan Munir hilang, dan pihaknya hingga kini masih mencarinya. (Foto: Antara)

BOGOR, SATUHARAPAN.COM –  Mantan Sekretaris Kabinet Negara RI Sudi Silalahi mengatakan dokumen asli laporan Tim Pencari Fakta (TPF)‎ kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib saat ini sedang ditelusuri di mana keberadaanya.

“Dokumen asli dari TPF saat ini sedang ditelusuri dari pertemuan antara mantan pejabat Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) yang dipimpin oleh Mantan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama dua minggu ini,” kata Sudi Silalahi di kediaman SBY, Puri Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hari Selasa (25/10).

Sudi mengatakan berdasarkan ingatan mantan ketua TPF kasus Munir Marsudhi Hanafi, ada enam eksemplar copian dokumen yang diserahkan kepada pemerintahan SBY saat itu.

Secara simbolik naskah pertama diserahkan kepada SBY selaku presiden saat itu dengan disaksikan oleh semua pihak yang hadir dalam pertemuan antara pemerintah dengan TPF pada akhir Juni 2005.

“Naskah yang lain dibagikan kepada pejabat terkait,” kata Sudi Silalahi.

Setelah pertemuan itu, kata Sudi, SBY memerintahkan dirinya selaku Seskab saat itu‎ untuk mendampingi ketua TPF Munir Marsudhi Hanafi guna memberikan pernyataan pers.

“Kami para mantan anggota Kabinet Indonesia Bersatu terkait akan terus mencari dimana naskah-naskah tersebut disimpan,” kata dia.

Mengingat, kata Sudi hingga saat ini Kapolri telah berganti tujuh pejabat, Jaksa Agung sudah berganti empat pejabat, Kepala Badan Intelijen Negara sudah berganti lima pejabat, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sudah berganti lima pejabat dan Sekretaris Kabinet sudah berganti empat pejabat.

“Namun, semua rekomendasi dari TPF telah ditindaklanjuti presiden dan instansi-instansi terkait,” kata dia.

Selain itu, pihaknya akan mendukung dan menyambut baik instruksi Presiden Joko Widodo untuk menelusuri di mana naskah tersebut disimpan.

“Kami juga berharap para pejabat yang sedang mengemban tugas di jajaran lembaga kepresidenan baik saat ini maupun di masa Presiden SBY yang mengetahui di mana naskah itu disimpan,” kata dia.

Sudi mengatakan, sebenarnya sebelum pemerintahan SBY berakhir, telah dikumpulkan dan diserahkan dokumen-dokumen negara yang penting dan terpilih selama sepuluh tahun kepada lembaga kepresidenan dan Arsip Nasional Republik Indonesia.

“Perlu dicari apakah laporan TPF Munir tersebut termasuk di dalamnya,” kata dia.

Di samping itu, pihaknya juga berharap jika para mantan TPF Munir ada yang menyimpan dokumen itu untuk menyerahkan salinannya kepada Pemerintahan Jokowi dan SBY demi kebenaran dan keadilan.

“Agar terjaga otentikasinya,” kata dia.

“Ketika pihak kami sedang melakukan penelusuran atas keberadaan naskah laporan TPF tersebut, kami mendapatkan copy naskah laporan TPF itu, setelah kami lakukan penelitian, termasuk melibatkan mantan ketua dan anggota TPF Munir, diyakini bahwa copy tersebut sesuai dengan naskah aslinya. Copy dari dokumen ini akan kami kirim ke Bapak Presiden RI melalui Sekretaris Negara untuk digunakan sebagai mestinya. Sungguhpun demikian, kami tetap melakukan penelusuran atas keberadaan naskah laporan yang asli. Kepada pihak-pihak yang terkait kami berharap juga melakukan hal yang sama,” kata dia.

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home