Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 00:24 WIB | Sabtu, 21 Januari 2017

Donald Trump Resmi Jadi Presiden AS

Donald Trump resmi jadi presiden ke-45 AS, saat mengangkat sumpah di depan Gedung Capitol, Washington DC, Kamis (20/1) (Foto: Ist)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Tepat tengah hari Jumat (20/1)  waktu Washington DC, atau hari Sabtu (21/1) pukul 00:00 WIB, Donald Trump mengangkat sumpah jabatan sebagai presiden ke-45 AS di depan Gedung Capitol, Washington,AS.

"Saya, Donald John Trump, bersumpah bahwa saya akan menjalankan jabatan saya sebagai presiden Amerika Serikat, dan dengan seluruh kemampuan saya melestarikan, melindungi, dan mempertahankan konstitusi Amerika Serikat. Tuhan tolonglah saya. (I Donald J Trump do solemnly swear that I will faithfully execute the office of President of the United States and will to the best of my ability preserve, protect and defend the constitution of the United States, so help me God)," kata dia.

Trump bersumpah dengan mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya diletakkan pada Alkitab masa kecilnya, yang diletakkan di atas Alkitab Abraham Lincoln. Istrinya, Melania Trump, memegangi kedua Alkitab tersebut.

Yang bertindak sebagai pemandu pembacaan sumpah  adalah Hakim Agung John J Roberts Jr.

Setelah menerima ucapan selamat dari Hakim Agung, Trump kemudian menghampiri dan mencium istrinya lalu memeluk anak-anak dan anggota keluarganya yang berada di panggung kehormatan.

Setelah itu, dia menyalami pendahulunya, Presiden ke-44 AS, Barack Obama dan mantan Wapres Joe Biden.

Selanjutnya ia berpidato dan memulainya dengan menyebut nama Ketua Mahkamah Agung, John J. Roberts Jr, Presiden Jimmy Carter, Presiden Clinton,  Presiden George Bush dan Presiden Barack Obama. Selanjutnya dalam pidatonya ia menekankan bahwa ia akan memindahkan kekuasaan dari Washington dan memberikannya kembali kepada rakyat AS.

"Bersama-sama kita akan menentukan jalannya AS dan dunia selama bertahun-tahun yang akan datang," kata dia.

"Kami mentransfer kekuasaan dari Washington DC dan memberikan kembali kepada Anda, rakyat," lanjut dia.

"Momen ini adalah momen Anda, itu adalah milik suara Anda," kata dia.

Mike Pence lebih dulu disumpah untuk menjadi wakil presiden dengan mengucapkan kalimat yang sama. Dia kemudian memeluk istrinya, Karen, dan anggota keluarganya.

Donald Trump mengenakan kemeja putih dasi merah dan jas hitam. Sedangkan Melania bergaun warna biru muda.

Kepentingan AS yang Pertama

Di bagian lain pidatonya yang tanpa teks, Trump berkali-kali menekankan bahwa kepentingan AS yang pertama dan terutama.

"Setiap keputusan dalam perdagangan, pajak, imigrasi, dan kebijakan luat negeri harus memberi keuntungan bagi pekerja Amerika dan keluarga Amerika," kata dia.

"Mulai hari ini dan ke depan, akan menjadi Amerika yang pertama, Amerika yang pertama," kata dia.

Sebelum ini, menurut dia, AS justru membuat negara-negara lain menjadi kaya. Di lain pihak, AS harus mengorbankan  kesejahteraan, kekuatan, dan keyakinan mereka sebagai negara yang kuat.

"Satu persatu, pabrik kita meninggalkan pantai kita," tegasnya.

"Kita akan membawa kembali pekerjaan kita. Kita akan membawa kembali perbatasan kita. Kita akan membawa kembali kesejahteraan kita," kata dia.

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home