Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 14:37 WIB | Jumat, 08 September 2017

Dunia Flora-Fauna Rahasia Hangat di Bawah Antartika

Gletser di Greenland. Sedikit yang diketahui tentang flora dan fauna yang hidup di gua subglasial di Antartika, dan para ilmuwan mengatakan untuk menemukan dan menjelajahinya sangat rumit. (Foto: nasa.gov)

AUSTRALIA, SATUHARAPAN.COM – Dunia flora dan fauna nan rahasia, termasuk di dalamnya berisi spesies-spesies baru yang belum diketahui manusia, mungkin hidup di dalam gua-gua hangat di bawah gletser Antartika, kata para ilmuwan seperti dikutip AFP, Jumat (8/9) .

Gua-gua yang dihangatkan uap gunung berapi aktif itu terang benderang dan dapat mencapai suhu  25 derajat Celsius, yang diperkirakan menjadi ekosistem flora fauna nan lengkap jauh di bawah permukaan es yang membeku.

Penelitian pimpinan Universitas Nasional Australia di sekitar Gunung Erebus, gunung berapi aktif di Pulau Ross di Antartika, menunjukkan adanya sistem gua yang luas.

Ketua penelitian Ceridwen Fraser mengatakan, analisis forensik terhadap sampel tanah dari gua-gua itu mengungkapkan jejak DNA dari alga, lumut dan fauna kecil.

Mengingat kebanyakan DNA itu mirip lumut, alga dan hewan lunak yang ditemukan di sekitar Antartika, maka tidak semua bagian bisa diidentifikasi secara lengkap.

"Hasil penelitian ini, memberi kami sebuah gambaran mencengangkan mengenai apa yang mungkin hidup di bawah es Antartika yang bahkan mungkin terdiri dari spesies-spesies baru flora dan fauna," kata Fraser.

"Langkah berikutnya adalah pergi ke sana dan mendapatkan bukti yang tegas, serta melihat apakah kita bisa menemukan komunitas yang bisa hidup di bawah es Antartika."

Kendati suhu benua es ini membeku, Fraser menyatakan panas akibat gunung berapi telah menghangatkan gua-gua ramah kehidupan itu, sehingga sudah cukup hangat dengan hanya "mengenakan t-shirt" di bawah cahaya tipis jauh di bawahnya di mana tutupan es mencair.

Peneliti Charles Lee dari Universitas Waikato di Selandia Baru mengatakan, ada banyak gunung berapi lainnya di Antartika, sehingga sistem gua subglasial adalah hal yang umum.

"Kami belum tahu berapa banyak sistem gua berada sekitar gunung-gunung berapi Antartika atau bagaimana lingkungan-lingkungan subglasial ini tersambung satu sama lain," kata dia. "Sungguh sulit untuk diidentifikasi, dicapai dan dieksplorasi."

Riset yang dipublikasikan dalam jurnal internasional Polar Biology itu menyebutkan, ada sekitar 15 gunung berapi di Antartika yang diketahui aktif belakangan ini atau terbukti aktif.

Meskipun pemahaman mengenai keragaman hayati Antartika semakin canggih, para ilmuwan tetap cuma mengetahui sedikit perihal sistem gua glasial benua es itu yang mungkin saja menjadi tempat komunitas yang beraneka ragam dan kompleks.

“Hasil penelitian kami menunjukkan pentingnya meneliti sistem gua-gua ini secara lebih detail lagi guna memastikan keberadaan makrobiata hidup," simpul penelitian ini seperti dikutip AFP. (antaranews.com)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

Back to Home