Google+
Loading...
MEDIA
Penulis: Eben E. Siadari 10:18 WIB | Rabu, 15 Februari 2017

Dunia Menilai Pilgub DKI Pertarungan Memenangkan Toleransi

Ilustrasi. Debat Pilkada DKI Jakarta (Foto: Dedy Istanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Hampir semua media internasional yang mengangkat laporan tentang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta menyoroti bagaimana peluang calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama, yang ditempatkan sebagai sosok pembawa perubahan melawan kalangan garis keras yang mengangkat isu agama.  

Laporan-laporan mereka mewawancarai sumber-sumber lokal yang tampaknya terbelah. Namun pada saat yang sama, laporan-laporan itu juga menyuarakan harapan agar toleransi dan kemajemukan tetap bertahan.

Salah satu laporan  BBC diberi judul Jakarta vote: Indonesia hardliners call for Muslim Governor. menyoroti Ahok sebagai seorang Tionghoa beragama Kristen yang dituduh melakukan penistaan agama. "Meskipun dia menghadapi kasus di pengadilan, Purnama masih diharapkan menang pada Pilgub hari Kamis," bunyi sebuah kalimat dalam laporan tersebut.

Namun digambarkan juga tantangan yang dihadapinya. "Kampanye melawan dirinya dipimpin oleh kelompok garis keras Muslim  memicu kekhawatiran tumbuhnya intoleransi agama."

Judul yang lebih lugas ditampilkan oleh The Wall Street Journal dalam laporannya. Harian bisnis terkemuka ini melaporkan Pilgub Jakarta dengan judul, Muslim Hard-Liners Test Strength in Indonesia Governor's Race."

Sementara itu USA Today mengangkat judul "Jakarta Election Pits Christian Against Rising Tide of Muslim Extremism."

Media berbasis di AS ini mengatakan hampir semua orang mengakui Ahok melakukan pekerjaan yang baik dalam memberantas korupsi, mengurangi polusi dan memperbaiki infrastruktur di kota yang dihuni lebih dari 10 juta jiwa.

"Tetapi ia kini sedang menghadapi tuduhan penistaan agama di tengah bertumbuhnya kelompok garis keras Muslim...."

Media internasional umumnya menyoroti bangkitnya kalangan garis keras dengan nada khawatir. Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang moderat, kini dipandang berada di persimpangan. Itu, misalnya, ditunjukkan oleh
Yahoo News, yang mengutip laporan AFP dengan judul "Muslim Indonesia's Capital to Vote in Tolerance Test."

Dalam laporan ini dikutip pertanyaan retoris Tobias Basuki, peneliti CSIS yang dalam Pilgub DKI kali ini menjadi narasumber favorit media asing, yang mengatakan, ""Ini akan menjadi ujian bagi Islam Indonesia - apakah kita toleran atau tidak toleran?"

Hal itu pula yang diungkap oleh The Washington Post dalam laporan yang mempertanyakan sejauh mana toleransi dapat dipertahankan dalam Pilgub ini.

"Is it okay for a Christian to govern Muslims? An Indonesian Election Turns on that Question," demikian judul yang mereka pakai dalam laporannya.

Aljazeera membuat laporan dengan judul, Ahok: Indonesia's Religious Tolerance on Trial.

Sementara itu South Morning China Post (scmp.com) mengungkap pertanyaan yang sama lewat arah yang berseberangan. "What's driving Anti Ahok Muslim to Jakarta's Polls?"

Sedangkan ABC Online dan Radio Australia menurunkan laporan dengan judul "Jakarta election: Vote for Governor comes after fierce campaign around religion and race."  Laporan ini juga masih menyoroti perihal bangkitnya kekhawatiran akan menguatnya kalangan garis keras.

Meskipun demikian pada akhirnya, laporan-laporan itu menggambarkan adanya harapan besar bahwa kalangan pro toleransi akan menang dan wajah Indonesia akan berubah lebih baik lewat hasil Pilgub Jakarta.

CNN International, menurunkan laporan dengan judul Why the Jakarta Election Could Change the Face of Indonesia.

CNN mewawancarai Greg Fealy, profesor pada Australian National University Bell School of Asia-Pacific Affairs. Menurut Fealy, Jokowi menginginkan Ahok memenangi pilkada ini. "Sudah pasti ia tidak ingin anak buah Prabowo akan menjadi gubernur, yang akan menjadi ancaman bagi Jokowi," kata Fealy.

Dan jalan ke sini tidak mudah, sebab hampir semua survei mengatakan pertarungan sangat ketat dan Ahok versus Anies Baswedan akan kembali bertemu dalam putaran kedua.

"Saya kira akan lebih sektarian dan rasis," kata Fealy.

Back to Home