Loading...
EKONOMI
Penulis: Tya Bilanhar 13:22 WIB | Senin, 17 Juli 2017

Ekspor dan Impor Bulan Juni Turun Tajam

Ilustrasi. Presiden Joko Widodo (ketiga dari kanan) saat meresmikan perluasan pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk di Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, hari Jumat (21/4). (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Nilai ekspor dan impor Indonesia di bulan Juni mencatat penurunan paling tajam tahun ini. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan hari ini nilai ekspor Indonesia Juni 2017 mencapai US$11,64 miliar atau menurun 18,82 persen dibanding Mei 2017 dan  menurun 11,82 persen dibanding bulan Juni tahun lalu.

Hal yang sama terjadi pada nilai impor. Impor bulan Juni tercatat sebesar US$10,01 miliar atau turun 27,26 persen dibanding Mei 2017, dan turun 17,21 persen dibanding bulan Juni 2016. 

Penurunan ekspor antara lain disebabkan turunnya ekspor nonmigas sebesar 20,66 persen dibanding bulan sebelumnya, menjadi S$10,35 miliar. Angka ini juga lebih rendah 13,85 persen dibanding ekspor nonmigas tahun lalu.

Penurunan ekspor sepanjang tahun 2017 pernah terjadi pada bulan Februari tetapi tidak setajam bulan ini. Ekspor pada bulan Februari menurutn dari US$ 13,4 miliar menjadi US$12,6 miliar.

Pada bulan April juga terjadi penurunan, dari US$ 14,67 miliar di bulan sebelumnya menjadi US$ 13,27 miliar.

Penurunan ekspor pada bulan Juni, menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suharyanto, antara lain disebabkan belum stabilnya harga komodias di pasar global.

Penurunan ekspor, kata dia, juga disebabkan oleh pelarangan truk masuk jalan tol di masa Lebaran dan Ramadan. Ia mengatakan ekspor diharapkan akan meningkat pada masa yang akan datang.

Meskipun terjadi penurunan, secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Juni 2017 mencapai US$ 79,96 miliar atau meningkat 14,03 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$72,36 miliar atau meningkat 13,73 persen.

Penurunan terbesar ekspor nonmigas di bulan Juni 2017 terhadap Mei 2017 terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$308,2 juta (16,48 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bubur kayu/pulp sebesar US$32,6 juta (20,05 persen).

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari-Juni 2017 naik 10,05 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 23,44 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 37,23 persen.

Ekspor nonmigas Juni 2017 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$ 1,35 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 1,19 miliar dan Jepang US$1,01 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,35 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,19 miliar.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari-Juni 2017 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$ 13,63 miliar (17,05 persen), diikuti Jawa Timur US$8,82 miliar (11,02 persen) dan Kalimantan Timur US$8,44 miliar (10,55 persen). 

Impor

Impor nonmigas Juni 2017 mencapai US$ 8,40 miliar atau turun 29,88 persen dibanding Mei 2017, demikian juga bila dibanding Juni 2016 turun 18,65 persen.

Impor migas Juni 2017 mencapai US$1,61 miliar atau turun 9,79 persen dibanding Mei 2017 dan turun 8,80 persen jika dibanding Juni 2016.

Peningkatan impor nonmigas terbesar Juni 2017 dibanding Mei 2017 adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung US$171,1 juta (295,51 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin dan peralatan listrik US$559,1 juta (35,15 persen).

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juni 2017 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$15,76 miliar (25,96 persen), Jepang US$6,77 miliar (11,15 persen), dan Thailand US$ 4,42 miliar (7,28 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,75 persen, sementara dari Uni Eropa 9,23 persen.

Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–Juni 2017 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 9,50 persen, 11,26 persen, dan 2,06 persen.

Dengan demikian neraca perdagangan (ekspor dikurangi impor) Indonesia pada bulan Juni tercatat sebesar US$ 1.631,2 juta naik dibanding surplus pada bulan Juni tahun lalu yang sebesar US$ 1.110,9 juta. Sedangkan surplus kumulatif (Januari-Juni) 2017 tercatat sebesar US$ 7.631,5 juta, naik dibanding surplus kumulatif Januari-Juni 2016 yang sebesar US$ 4.130,2 juta.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home