Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:19 WIB | Rabu, 31 Agustus 2016

Faisal Basri: Iklan Rokok Menyesatkan Masyarakat

Ilustrasi: Remaja perokok. Iklan-iklan dituding mampu menciptakan kesan merokok itu gagah, jantan, fantastik, dan sebagainya, menggoda remaja mencobanya. (Foto: techinsider.io)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Pakar ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri, menilai iklan rokok berisi pesan yang menyesatkan masyarakat khususnya kalangan remaja.

"Iklan-iklan ini mampu menciptakan kesan bahwa merokok itu gagah, jantan, fantastik, dan sebagainya. Remaja yang menonton jadi tergoda, ingin mencoba rokok," kata Faisal dalam sebuah acara di Jakarta, Selasa (30/8).

Oleh sebab itu, Faisal pun menuding meningkatnya jumlah perokok di Indonesia pada umur remaja disebabkan gencarnya iklan rokok yang mengandung pesan manipulatif di media elektronik.

Meskipun Kementerian Perindustrian menyatakan produksi rokok menurun, namun jumlah konsumen rokok di kalangan remaja justru meningkat, kata Faisal menambahkan.

"Saya juga heran kenapa perusahaan rokok begitu mudahnya memasang iklan di media massa, hampir tidak kenal waktu untuk di televisi," katanya.

Dia memaparkan, sebanyak 74 persen pria di Indonesia telah menjadi perokok dan menjadi negara yang memiliki jumlah perokok pria terbanyak di dunia.

"Lalu peningkatan jumlah perokoknya menjadi kedua di dunia setelah Jordania. Ini karena saking mudahnya peredaran rokok di sini," kata Faisal.

Sehubungan dengan hal tersebut, staf ahli Kependudukan Kemenko Bidang Pembangun Manusia dan Kebudayaan RI, Sonny Harry B Harmadi, mengatakan bahwa konsumsi rokok di seluruh dunia dalam satu hari termasuk sebagai pemborosan yang sangat tinggi.

Dalam sebuah diskusi di Museum Kebangkitan Nasional di Jakarta, Selasa (30/8), dia memaparkan dalam satu tahun diproduksi sekitar 360 miliar batang rokok di seluruh dunia.

"Rata-rata sehari satu miliar (batang), kalau sebatang harganya Rp1.000 ya berarti pengeluaran untuk rokok di seluruh dunia mencapai Rp1 triliun per hari," katanya. (Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home