Loading...
RELIGI
Penulis: Sabar Subekti 10:31 WIB | Senin, 22 Februari 2021

Fatwa Pemimpin Iran: Perempuan di Film Animasi Harus Pakai Jilbab

Karakter Rapunzel dari film animasi di sebelah kiri, dan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei di sebelah kanan. (Foto: dok. AFP)

TEHERAN, SATUHARAPAN.COM-Di Indonesia beberapa waktu lalu ada sekolah yang mewajibkan siswinya mengenakan jilbab, tetapi di Iran, tokoh perempuan dalam kartun dan film animasi juga diwajibkan tampil dengan mengenakan jilbab.

Baru-baru ini, kantor berita semi resmi Iran, Tasnim, menurut laporan Al Arabiya menyebutkan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengeluarkan fatwa baru yang menyatakan bahwa perempuan dalam kartun dan film animasi harus mengenakan jilbab.

“Apakah hijab perlu untuk karakter dalam kartun dan film animasi (gambar tiga dimensi dari  karya seniman)?” Khamenei ditanyai oleh seorang penanya di saluran Telegram, menurut terjemahan pertanyaan tersebut oleh situs berita IranWire.

 “Meskipun mengenakan jilbab dalam situasi hipotetis seperti itu tidak diperlukan, mengenakan jilbab pada tokoh perempuan animasi tetap diperlukan, karena dampak dari tidak mengenakan jilbab,” kata Khamenei yang dikutip per IranWire dalam jawabannya.

Mengenakan jilbab dan menutupi seluruh bagian tubuh menjadi wajib bagi perempuan di Iran segera setelah berdirinya Republik Islam Iran pada tahun 1979.

Perempuan yang membiarkan sebagian rambutnya tidak tertutup di depan umum sering menjadi sasaran polisi moralitas Iran, yang dikenal sebagai Gasht-e Irsyad.

Dalam beberapa tahun terakhir, perempuan di Iran telah dilecehkan baik oleh polisi maupun pria di jalan karena mengenakan jilbab secara “tidak benar”. Oktober lalu, seorang perempuan muda ditangkap di Iran tengah karena "menghina hijab Islam" setelah sebuah video menunjukkan dia bersepeda tanpa hijab, menurut kantor berita resmi Iran, IRNA.

Pada Maret tahun lalu, sebuah video yang menunjukkan seorang pria menyerang seorang perempuan di Iran menjadi viral dan memicu kemarahan di media sosial. Perempuan itu diserang karena "hijab yang dikenakan jelek", menurut beberapa pengguna media sosial. (Al Arabiya)

Editor : Sabar Subekti

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home