Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 11:33 WIB | Kamis, 14 September 2017

FEB UKSW Bidik Akreditasi Internasional

Ilustrasi. Kampus Universitas Kristen Satya Wacana di Salatiga. (Foto: Dok satuharapan.com/uksw.edu)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Program Studi Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menerima kunjungan dari tim Peer Review The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, 21st Century Organization (ABEST 21), pada 7 September lalu. Kunjungan itu merupakan salah satu tahapan guna memperoleh akreditasi internasional ABEST 21.

Proses review prodi MM FEB diketuai oleh Dr Bernardinus Maria Purwanto dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan anggota Dr Irwan Trinugroho dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, serta Dr Arfah Binti Salleh dari Universiti Putra Malaysia. Turut hadir dalam acara yang berlangsung di ruang rapat fakultas itu Presiden ABEST Dr Fumio Itoh.

Tim peer review secara remi diterima oleh Dekan FEB UKSW Prof Christantius Dwiatmadja SE ME PhD, Wakil Dekan Apriani Dorkas Rambu Atahau SE MCom PhD, Ketua Program Studi (Kaprodi) MM, Hari Sunarto SE MBA PhD, koordinator satgas akreditasi Albert Kriestian Novi Adhi Nugraha SE MM PhD, serta dosen dan staf Prodi MM FEB UKSW.

Dekan FEB UKSW Prof Christantius Dwiatmadja dalam sambutannya mengatakan akreditasi itu merupakan upaya peningkatan kualitas prodi sehingga dapat menghasilkan lulusan yang profesional. Ia juga menyampaikan rasa syukurnya karena apa yang selama ini menjadi cita-cita FEB untuk dapat akreditasi internasional sudah lebih dari setengah jalan.

Membangun Branding Lembaga

Hal senada juga disampaikan Kaprodi MM FEB UKSW Hari Sunarto. Keikutsertaan prodi MM yang telah tiga kali berturut-turut memperoleh akreditasi nasional A dari Ban-PT ini merupakan sebuah bentuk kontribusi untuk masyarakat. Ditunjang dengan 15 tenaga pendidik yang seluruhnya bergelar doktor baik diraih di dalam maupun luar negeri, Hari berharap prodi yang dipimpinnya dapat terus berkomitmen memberikan perubahan yang berkelanjutan.

“ABEST 21 merupakan lembaga sertifikasi sekolah bisnis berskala internasional yang berdomisili di Jepang. Saat ini baru beberapa negara saja yang terdaftar di dalamnya. Di Indonesia sendiri belum banyak sekolah bisnis yang terdaftar dalam ABEST 21,” ujar Kaprodi MM FEB UKSW.

Hari Sunarto menjelaskan, untuk memperoleh ABEST 21 harus melalui beberapa tahapan. Sebelumnya prodi telah lebih dahulu melakukan Eligibility Application (pendaftaran) dilanjutkan pada tanggal 9 November lalu Dekan FEB UKSW didampingi koordinator satgas akreditasi melakukan presentasi di Jepang.

Proses akreditasi dilanjutkan dengan Self Evaluation Report (SER), yang berisi penajaman penjelasan standar dan kriteria accreditation plan, dan pelaporan existing condition serta action plan untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi.

“Persiapan telah kami lakukan dalam kurun waktu setahun ke belakang, tentu saja dengan harapan bisa memperoleh hasil terbaik. Tidak bisa dimungkiri untuk meraih cita-cita kami menjadi salah satu institusi yang terkemuka di Asia tak hanya ditunjang dari kualitas alumni atau lulusannya, tetapi juga penting untuk membangun branding lembaganya, guna memperoleh pengakuan dari pihak eksternal,” Hari menjelaskan.          

President ABEST, Fumio Itoh juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan pendidikan Indonesia. Ia berharap FEB UKSW dapat menyejajarkan diri dengan universitas-universitas lain di kancah internasional, khususnya dalam menyiapkan pembelajaran bermutu dan profesional. (uksw.edu)

Editor : Sotyati

Back to Home