Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 10:41 WIB | Minggu, 08 Juli 2018

Festival Kesenian Yogyakarta 30 Segera Digelar

Ilustrasi. Poster FKY 30|2018. (Foto: infofky.com)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) yang tahun ini menginjak penyelenggaraan ke-30 tidak lama lagi akan digelar. Festival kesenian tahunan khas Yogyakarta tersebut akan diselenggarakan pada 23 Juli - 9 Agustus 2018 di Planet Pyramid Jl. Parangtritis Km. 5,5 Bangunharjo Bantul.

Tema yang diangkat FKY 30 adalah MESEMELEH, berasal dari dua kata yaitu MESEM yang berarti senyum, dan SEMELEH yang bermakna ikhlas atau nrima. MESEM merepresentasikan kedewasaan FKY untuk tetap menyajikan festival yang menarik, menghibur dan edukatif, sekaligus relevan dengan perkembangan zaman, baik dalam karya hingga penyajiannya. 

SEMELEH merepresentasikan FKY sebagai festival seni yang memberikan ruang kepada semua pihak yang berpartisipasi di dalamnya, baik itu kreator, panitia, masyarakat, hingga pemerintah. Tentunya, untuk saling memberikan kontribusi demi menciptakan Festival Kesenian Yogyakarta yang lebih baik.

FKY 30 sendiri akan dibuka dengan pawai di Jalan Malioboro Yogyakarta pada tanggal 23 Juli 2018 pukul 15.00 WIB. Sedangkan program utama FKY 30 antara lain, Pasar Seni bagi seniman, kelompok dan UKM industri kreatif, Panggung Pertunjukan, Panggung Senyap, Workshop dan Lomba Kreatif, Pameran Seni Rupa, Diskusi Seni, Bioskop FKY, Pertunjukan Teater, Pembacaan Prosa, serta Pertunjukan Kontemporer berkolaborasi dengan Jogja Video Mapping Project.

Dalam siaran press yang diterima satuharapan.com, Ketua Umum - Direktur Seni & Kreatif  Robby Setiawan menjelaskan bahwa FKY kali ini kembali mengharapkan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan yang diadakan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan persiapan dan kegiatan-kegiatan selanjutnya dapat memantau melalui kanal-kanal resmi akun FKY 30 atau melalui laman www.infofky.com

 “Melalui tema MESEMELEH, FKY berusaha tetap tersenyum, terbuka pada semua pihak, dan nrima dengan perubahan zaman. Ini bukan berarti FKY tunduk pada kondisi zaman, tetapi berupaya untuk beradaptasi dengannya,” jelas Roby Setiawan.

 
Back to Home