Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 14:47 WIB | Rabu, 15 Agustus 2018

Festival Musik Rumah 2018 Siap Digelar

Ilustrasi. Poster Festival Musik Rumah 2018, 17-19 Agustus 2018. (Foto-foto: Festival Musik Rumah)

DEPOK, SATUHARAPAN.COM - Berangkat dari pengalaman bahwa musik menghubungkan dan menyatukan, dua musisi Bonita dan Petrus Briyanto Adi bersama berbagai komunitas seni, pelaku seni, musisi, dan masyrakat luas yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia dan manca negara menggelar Festival Musik Rumah (FMR) 2018, 17-19 Agustus 2018. Festival dengan konsep dan format yang sederhana ini menghubungkan Indonesia dengan jejak Nusantara di Campa (salah satunya sekarang adalah Kamboja) dengan adanya musisi-musisi multi nasional yang berpartisipasi dalam festival ini di Phnom Penh.

Mengangkat semangat dan tema "Merayakan Kebhinekaan Merawat Kebersamaan" sebanyak 95 nama penampilan di 38 rumah konser akan terlibat dan berpartisipasi pada FMR 2018 diantaranya Jesla, Ricard Hutapea, Bintang Indrianto yang akan tampil di Rumah Bonita-Depok, Narajiwa (Rumah Sasongko-Semarang), Brightsize-Yonatah Pandelaki-Sri Krishna-More on Mumbles-Power Princess Violin (Sarang Building-Yogyakarta), Garamerica-Migrasi Ruang Rohani-Kongko Pambudi-dll (Rumah Putih-Bandung), Natinson (Lembah Hijau-Malino).

Grup TOFFI Hamburg akan berpartisipasi dari Elmshorn - Jerman. Mereka akan tampil bersama tiga pemusik yang merupakan pengungsi dari Syria (sejak tahun 2015). Bersama-sama mereka akan membawakan lagu-lagu daerah nasional Indonesia.

“Kami belajar banyak dari teman-teman Kraton Ngiyom di Ngawi, yang terus menghelat seni kejadian berdampak (performance art with impact) Upacara Kebo Ketan, juga gerakan-gerakan saudara-saudara di banyak daerah di Indonesia. Bahwa dampak adalah apa yang dikerjakan nyata hari demi hari, tahap demi tahap, bukan hanya di sekitar hari-H acara. Saya senang bahwa antusiasme dan kebahagiaan menyertai para partisipan dalam persiapan menuju tiga hari festival ini. Komunikasi antar penampil dan tuan rumah berjalan baik, progres persiapan musikal dari para penampil juga sukacita. Semoga Festival Musik Rumah bisa lestari sebagai program sepanjang tahun nantinya.” jelas inisiator FMR Petrus Briyanto 'Adoy' Adi kepada satuharapan.com melalui sambungan telepon, Selasa (14/8) malam.

Sebagai penanda yang akan menghubungkan satu konser rumah dengan konser rumah yang lain di FMR2018 adalah satu lagu yang akan dibawakan oleh semua penampil dalam festival yakni “Rayuan Pulau Kelapa” karya Ismail Marzuki.

Lebih lanjut Adoy menjelaskan bahwa pentingnya merasakan kebersamaan yang tak terbatas wilayah dan kelas. Dengan mengalami konser di setiap rumah secara khidmat dan sukacita, ingat dan rayakan kemanusiaan lewat musik walau lokasinya terpisah-pisah. Tidak ada minoritas dan mayoritas di festival ini. Pada konser-konser rumah akan juga menyampaikan itikad baik untuk saudara-saudara di Lombok dan sekitarnya yang menjadi korban bencana alam. Semoga dilancarkan proses pemulihannya

Festival Musik Rumah adalah adalah acara pertunjukan musik langsung (live music) sederhana dalam format home concert/musik rumah, bersifat partisipatif dan tidak untuk profit, yang berlangsung dalam kurun waktu yang bersamaan (satu atau beberapa hari) di beberapa rumah lintas daerah. 

Pada FMR, masyarakat yang tidak bisa hadir langsung di rumah konser bisa menikmati sebagian dari Festival Musik Rumah lewat live streaming atau dokumentasi video darii gawai melalui situs: festivalmusikrumah.id atau laman facebook: "Festival Musik Rumah" beserta jadwal penampilan dan keterangan rumah konsernya.

 

Gaia Cosmo Hotel
Zuri Hotel
Back to Home