Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 07:18 WIB | Kamis, 28 Mei 2015

FIFA Terjangkit Masalah Serius

Ilustrasi: Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke (kiri) dan Presiden FIFA Sepp Blatter (kanan). (Foto: fifa.com).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Penangkapan pejabat Asosiasi Sepak Bola Dunia (FIFA) di Swiss menunjukkan bahwa di lembaga tersebut ada masalah serius sehingga menjadi pantauan khusus pihak berwajib.

“Publik sudah dikejutkan dengan penangkapan petinggi FIFA. Kalau selama ini mengagung-agungkan mereka sesungguhnya saat ini ada masalah yang sangat besar,” kata Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Rabu (27/5).

Menjelang pelaksanaan Kongres FIFA di Swiss, masyarakat pencinta sepak bola di dunia dikejutkan oleh berita penangkapan beberapa petinggi federasi sepak bola dunia, yang diduga tersangkut masalah korupsi serta penyuapan.

“Makanya bangsa kita jangan ditakut-takuti. Apalagi rujukannya yaitu FIFA juga dalam masalah besar yang akan mengguncang dunia," katanya menambahkan.

Menurut dia, dengan adanya kasus tersebut bisa dipastikan pencinta sepak bola dunia juga akan memantau perkembangannya. Meski ada kejadian luar biasa di FIFA pihaknya akan tetap fokus dalam membenahi persepakbolaan nasional.

Penjelasan Jaksa Agung AS

Jaksa Agung Amerika Serikat Loretta Lynch mengatakan sembilan pejabat dan mantan pejabat FIFA telah membajak sepak bola dunia untuk menyelenggarakan "Piala Dunia suap" yang dengan nominal mencapai 150 juta dolar AS atau sekitar Rp 1.965 triliun.

Loretta mengatakan para pejabat FIFA diduga telah menjalankan skema yang "merajalela, sistemik dan mengakar" untuk mengeruk keuntungan jutaan dolar dari suap dan uang pelicin.

“Mereka seharusnya menegakkan aturan yang mempertahankan sepak bola tetap jujur dan membela integritas permainan. Alih-alih, mereka mengorupsi bisnis sepak bola di seluruh dunia demi kepentingan mereka dan memperkaya mereka sendiri,” kata Lynch.

Lynch mengatakan para petinggi sepak bola dunia tersebut telah menjalankan  skema berumur 24 tahun untuk memperkaya diri mereka sendiri melalui korupsi sepak bola internasional.

Dia mendakwa bahwa suap dan korupsi meranggas dari penjualan hak siar televisi sampai pemilihan negara yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia dan turnamen-turnamen sepak bola lainnya.

"Individu-individu dan organisasi-organisasi ini terlibat dalam suap untuk menentukan siapa yang akan menayangkan pertandingan-pertandingan; di mana pertandingan akan digelar; dan siapa yang menjadi pengurus organisasi yang mengawasi sepak bola di seluruh dunia,” kata Lynch. (AFP/Ant).

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home