Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Sotyati 15:01 WIB | Sabtu, 10 Februari 2018

Film dengan Pesan Rekonsiliasi Muslim-Kristen Raih Nominasi Oscar

Ziad Doueiri (tengah), sutradara The Insult, film yang membawa pesan rekonsiliasi Muslim-Kristen. (Foto: Mondanite)

SATUHARAPAN.COM – Film arahan sutradara Ziad Doueiri, The Insult, masuk dalam deretan nominasi Oscar tahun ini, kategori Film Asing. Film tersebut, yang sebagian besar merupakan drama di ruang sidang, menyorot perpecahan budaya, agama, dan politik, yang telah ada di Lebanon sejak 1948.

Ziad Doueiri mengemukakan kepada VOA tentang kenyataan pahit yang menyentuh dan pesan rekonsiliasi antara Muslim dan Kristen dalam film itu.

Berbicara bersemangat tentang karyanya, film itu berkisah tentang perang mulut antara dua pria, Tony Hanna dan Yasser Abdallah Salameh, dari dua latar belakang etnis dan agama yang berbeda di Beirut, Lebanon, yang mengungkapkan kecemasan tentang negaranya, yang ia rasakan terpecah belah dan belum bisa menerima masa lalunya.

Film itu, seperti dituliskan IMDb, dibintangi Adel Karam (Tony Hanna), Kamel El Basha (YasserSalameh), Camille Salameh, Diamand Bou Abboud, dan Rita Hayek.

Sebagai pembuat film, Doueiri tidak asing dengan kontroversi. Film sebelumnya, The Attack, dilarang di 22 negara, termasuk Lebanon, karena pengambilan gambarnya dilakukan di Israel.

Doueiri mengatakan The Insult juga telah diboikot di beberapa negara Arab, termasuk Yordania dan wilayah Palestina, meskipun salah satu aktor utama, Kamel El Basha, yang memainkan peran orang Palestina, dan merupakan aktor dan sutradara Palestina, mendapat penghargaan besar di Festival Film Venesia untuk aktor pria terbaik.

Doueiri ditangkap pihak berwajib di Beirut, pada September 2017, sepulang menghadiri Festival Film Venesia, karena alasan mengambil gambar di Israel untuk film The Attack. Namun, kemudian dilepaskan.   

Ziad Doueiri, 58 tahun, yang dibesarkan dalam keluarga sayap kiri Lebanon yang pro-Palestina, seperti ditulis VOA, mengatakan filmnya menawarkan sebuah studi yang seimbang antara orang Kristen Lebanon dan Muslim Palestina.

Editor : Sotyati

Back to Home