Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:15 WIB | Rabu, 17 Mei 2017

FPB Universitas Satya Wacana Launching Griya Gandum Tropis

Ilustrasi. Launching Griya Gandum Tropis. di Kebun Percobaan Salaran Kabupaten Semarang, ditandai dengan pengguntingan pita oleh Dekan FPB UKSW Dr Ir Bistok Hasiholan Simanjuntak, MS. (Foto: uksw.edu)

SALATIGA, SATUHARAPAN.COM – Ikut memeriahkan rangkaian Dies Emas 50 tahun Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Minggu (7/5) diadakan Launching Griya Gandum Tropis. Bertempat di Kebun Percobaan Salaran Kabupaten Semarang, launching ditandai dengan pengguntingan pita oleh Dekan FPB UKSW Dr Ir Bistok Hasiholan Simanjuntak, MS.

Dalam sambutannya, Dr Ir Bistok Hasiholan menuturkan Griya Gandum Tropis ini digagas oleh Tinjung Mary Prihtanti, SP MP serta beberapa dosen FPB UKSW lainnya. Menggunakan salah satu bangunan yang ada di Kebun Percobaan Salaran, Griya Gandum Tropis ini merupakan salah satu bukti fokus FPB UKSW terhadap gandum di Indonesia.

“Griya gandum tropis adalah embrio yang menggambarkan perjalanan tanaman gandum. Semoga ini bisa membawa nama baik fakultas dan universitas. Jadi kalau ada yang mau belajar tentang gandum bisa datang ke fakultas pertanian dan bisnis UKSW,” kata  Bistok Hasiholan yang dilansir pada  Minggu (7/5) di Salatiga yang dilansir  situs  uksw.edu.

Tinjung Mary Prihtanti yang ditemui disela acara launching mengatakan, Griya Gandum Tropis ini masih dalam tahap awal. Namun dia berharap langkah awal ini bisa mendatangkan manfaat untuk masyarakat dan siswa yang ingin tahu tentang gandum.

“Kami ingin menyebarluaskan tentang gandum kepada masyarakat sehingga penelitian gandum tidak hanya berhenti di publikasi ini. Jika ada yang ingin tahu gandum lebih banyak, bisa mengunjungi griya ini, tidak perlu menunggu musim tanam gandum,” katanya.

Griya gandum tropis ini terdiri dari beberapa ruang. Di halaman depan, pengunjung bisa melihat tanaman gandum varietas dewata yang juga merupakan hasil penelitian FPB UKSW. Dibagian dalam, terdapat tampilan bagaimana tahapan budidaya tanaman gandum, hama penyakit yang bisa menyerang gandum, dan berbagai produk olahan gandum. Wheatgrass yang berumur mulai 1 minggu yang bisa diolah menjadi jus yang berguna untuk kesehatan juga bisa dilihat disini.

“Ke depan akan kami lengkapi beberapa fasilitas lain sehingga tempat ini bisa menjadi salah satu tujuan wisata edukasi. Belajar tentang gandum dan juga menikmati kebun percobaan Salaran dimana juga terdapat beberapa tanaman hias, tanaman organik dan juga sayuran,” kata Tinjung.

Akreditasi ASEAN

Launching Griya Gandum Tropis, menjadi salah satu rangkaian acara peringatan 50 tahun FPB UKSW. Beberapa kegiatan juga diadakan fakultas ini seperti ibadah syukur, jalan santai dan temu kangen alumni.

Bazaar yang diisi dengan belasan stand juga memeriahkan rangkaian dies selama dua hari pada Kamis (4/5) sampai dengan Jumat (5/5) di Lapangan Basket.

Beberapa stand adalah stand kuliner nusantara, Program Kampung Iklim (ProKlim) Togaten Salatiga, Talent Green Hidroponik, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sidorejo Kidul Salatiga. Acara bazaar ini terdapat sebuah kegiatan workshop hidroponik skala rumah tangga yang terbuka untuk umum dan dipandu oleh Satya Pamungkas, SP Satya merupakan alumni FPB UKSW yang kini menggeluti beberapa usaha yang satu diantaranya adalah hidroponik.

Antusiasme pengunjung bazaar tidak hanya terlihat pada saat kegiatan workshop berlangsung, namun juga pada saat kegiatan workshop telah selesai. Stand bernama Talent Green Hidroponik milik Satya pun ramai dikunjungi pengunjung yang tertarik dengan berbagai model hidroponik yang dipajang.

Jumat (5/5) juga diadakan kegiatan Konser Karya Ilmiah Nasional (KKIN) di Balairung UKSW. Hadir sebagai pembicara tunggal adalah  Dr M Dimyati Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi.

Dalam paparannya, M Dimyati mengatakan, bahwa riset dan inovasi perguruan tinggi bisa menjadi kata kunci untuk memecahkan beberapa persoalan pertanian di Indonesia. Dimyati mendorong dosen dan peneliti tidak hanya berhenti pada publikasi saja, namun juga melangkah ke pengurusan hak kekayaan intelektual.

Tantangan tersebut dijawab oleh Dekan FPB UKSW. Bistok Hasiholan mengataka, publikasi internasional adalah wajib di fakultasnya, selain itu dirinya juga akan mendorong dosen dan peneliti untuk mengurus hak kekayaan intelektual.

“Beberapa dosen sudah memulai untuk mengurus hak kekayaan intelektual, hanya saja belum keluar sertifikatnya. Kami memang mempunyai prioritas untuk hal itu. Terlebih kami mempunyai target tahun 2022 FPB UKSW sudah bisa menembus  akreditasi Asean University Network. Dua tahun ini, tahun ini dan tahun 2018 kami sedang mempersiapkan untuk bisa masuk ke AUN,” kata Bistok Hasiholan

Editor : Bayu Probo

Back to Home