Loading...
INDONESIA
Penulis: Kartika Virgianti 18:37 WIB | Selasa, 17 Desember 2013

Fuad Fanani: Partai Islam Jangan Bergantung Figur

Pembicara dalam peluncuran Jurnal Maarif, (dari kiri ke kanan) Burhannudin Muhtadi, Hajriyanto Y. Thohari, Romahurmuziy, dan Ahmad Fuad Fanani. (Foto: Dedy Istanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Fenomena figur dalam dunia politik saat ini, jika dlihat dari berbagai hasil survei, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) merupakan figur yang paling populer. Menanggapi fenomena politik ini, Ahmad Fuad Fanani selaku pemimpin redaksi Jurnal Maarif mengatakan partai Islam jangan hanya menjual figur saja, yang paling penting adalah menggarap isu strategis seperti seperti jaminan pangan, jaminan kesehatan, jaminan pendidikan murah dan lain sebagainya.

“Kalau kita hanya terpaku pada figur, figurnya sudah tidak ada, kan partainya juga terpengaruh. Tapi kalau kita bisa membangun partai, dan konstituen yang lebih luas, partainya lama-lama bisa meningkat juga,”  kata Fuad yang ditemui satuharapan.com usai acara peluncuran Jurnal Maarif di aula FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan pada Selasa pagi (17/12).

“Sebagaimana dilakukan Partai AKP di Turki, tidak hanya menjual figur, dulu figurnya adalah Erbakan (Necmettin Erbakan), lalu diganti oleh Erdogan (Recep Tayyip), namun karena partai mengambil isu populis seperti itu, dia mampu mempertahankan elektabilitasnya.” Fuad menambahkan.  

Hajriyanto Y. Thohari selaku Wakil Ketua MPR RI, dia mengatakan tidak setuju kalau pemilihan umum akan dimenangkan suatu partai karena popularitas sesosok figur. Faktor-faktor yang menentukan dalam pemilihan umum banyak dan kompleks, tidak bisa disederhanakan.  

Menurut Hajriyanto, figur yang dikenal sekarang itu baru berupa hipotesis dari berbagai survey. Hajriyanto yang berasal dari fraksi Golkar menuturkan, di Golkar sendiri tidak ada tokoh yang hebat, tapi dalam semua survey bisa menang dalam pemilu.

“Dengan merujuk kasus Jokowi, padahal Jokowi bahkan belum ikut pemilihan umum. Di sini pemimpin itu memang merupakan salah satu faktor dalam elektoral, tetapi kalau dikatakan figur yang menentukan, saya rasa tidak.” tandas Hajriyanto.  

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home