Google+
Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 13:10 WIB | Senin, 12 Januari 2015

Gandaria, Tanaman Khas Daerah Tropik Basah

Buah gandaria. (Foto: wikipedia)

SATUHARAPAN.COM – Gandaria yang memiliki nama ilmiah Bouea macrophylla Griff sering juga di sebut ramania (Melayu) atau kundang (Malaysia). Tanaman ini berasal dari Sumatera bagian Utara, Semenanjung Malaysia, dan Jawa bagian Barat. Tanaman ini dibudidayakan secara meluas sebagai pohon buah-buahan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Ambon, dan Thailand.

Tanaman ini bisa mencapai tinggi 27 meter. Kulit kayunya berwarna coklat muda dan retak-retak. Sering tanaman ini memiliki ranting yang menggantung. Daunnya tunggal berbentuk  bundar telor lonjong. Bunganya berbentuk malai antara empat hingga 12 centimeter, dan muncul dari ketiak daun. Di Indonesia tanaman ini berbunga pada bulan Juni hingga November, dan berbuah pada bulan Maret sampai Juni.

Gandaria termasuk tanaman yang tumbuh di daerah tropik basah. Biasanya tumbuh liar di hutan dataran rendah di bawah 300 meter dari permukaan laut (dpl). Dalam budidaya sudah berhasil ditanam di ketinggal 850 meter dpl. Perbanyak bisa dilakukan dengan benih, yang biasanya disemai lebih dulu. Namun banyak juga yang melakukannya dengan cara cangkok atau tempelan.

Tanaman ini termasuk tanaman buah-buahan yang cukup populer, dengan buah mirip buah mangga dengan ukuran lebih kecil. Buahnya berasa asam, bahkan yang matang sekalipun. Namun buah ini biasa dikonsumsi dalam keadaan segar, dijadikan sirup atau manisan. Di Ambon jus gandaria termasuk minuman yang disenangi dan dihidangkan di hotel-hotel.

Buah gandaria mengandung air, protein, serat, kalsium, fosfor, besi,  karotena, tiamina, niasina dan vitamin C. Buah muda biasanya dimanfaatkan sebagai bahan penyedap untuk sambal yang khas. Bahkan daun mudanya juga dikonsumsi dalam keadaan segar. Di Sumatera tanaman ini diajurkan ditanam di daerah transmigran. Selain buahnya yang bernilai ekonomis, daunnya yang rapat menjadikan tanaman ini cocok sebagai pelindung.

Di Jakarta harga gandaria kadang-kadang lebih mahal daripada mangga terbaik, terutama di luar musim buah. Satu pohon bisa menghasilkan buah sampai dua kuintal. (Puslitbang LIPI)

Editor : Eben Ezer Siadari

Zuri Hotel
Back to Home