Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 17:32 WIB | Senin, 26 Februari 2018

Gempa Papua Nugini 7,5 SR Buat Operasi Migas Terhenti

Gambar warga setempat sedang memeriksa lokasi longsor dan kerusakan di sebuah jalan dekat Kota Tabubil setelah gempa di Dataran Tinggi Selatan di Papua Nugini, 26 Februari 2018. (Jerome Kay/Handout via Reuters)

PAPUA NUGINI, SATUHARAPAN.COM - Setidaknya satu perusahaan mulai mengevakuasi personel setelah gempa kuat 7,5 Skala Richter mengguncang Papua Nugini yang kaya sumber energi, Reuters melaporkan, hari Senin (26/2).

Gempa menyebabkan longsor, merusak gedung-gedung dan menghentikan operasi minyak dan gas (migas).

ExxonMobil mengatakan pihaknya telah menutup pabrik gas Hides. Perusahaan ini juga mengatakan gempa juga merusak gedung-gedung administrasi, tempat tinggal dan auditorium mess.

ExxonMobil juga menghentikan sementara penerbangan dekat lapangan terbang Komo hingga landasan bisa diperiksa.

 “Akibat kerusakan di kamp Hides dan gempa-gempa susulan yang masih berlanjut, ExxonMobil PNG berencana mengevakuasi para staf yang tidak penting,” kata ExxonMobil dalam pernyataannya.

Gas diproses di Hides dan dikirim melalui pipa sepanjang 700 kilometer ke kilang gas alam cair dekat Port Moresby untuk pengiriman.

Perusahaan migas Papua Nugini Oil Search juga menutup kegiatan produksi minyak di lokasi yang terkena gempa, kata perusahaa itu dalam pernyataannya.

Tambang tembaga yang dioperasikan oleh Freeport McMoRan di Provinsi Papua tidak terkenda gempa, kata juru bicara perusahaan di Jakarta. Tapi gempa dan gempa susulan menimbulkan kepanikan di Ibu Kota Jayapura, Provinsi Papua, kata Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tidak ada laporan korban jiwa.

Udaya Regmi, kepala Palang Merah Internasional di Papua Nugini mengatakan komunikasi ‘terputus’ di Tari, satu dari beberapa tempat pemukiman besar dekat pusat gempa. Gempa juga memutus jalan-jalan di wilayah tersebut.

Sebelumnya Survei Geologi Amerika USGS mengatakan gempa berkekuatan 7,5 Skala Richter melanda bagian tengah Papua Nugini hari Minggu (25/2). Gempa itu terjadi sekitar 89 kilometer barat daya Porgera, di propinsi Enga, dan berada di kedalaman 35 kilometer.

USGS mengatakan gempa ini berpotensi menimbulkan korban jiwa dan kerusakan, terlebih karena beberapa gempa sebelumnya di daerah itu menimbulkan tsunami dan tanah longsor.

Ada sedikitnya 19 laporan di situs USGS tentang situasi ketika gempa terjadi, di mana sebagian mengatakan gempa itu sangat kuat.

Gempa kerap terjadi di Papua Nugini, yang terletak di jalur yang disebut sebagai Cincin Api Pasifik, jalur aktivitas seismik akibat gesekan antara lempeng tektonik. (VOA)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home