Google+
Loading...
MEDIA
Penulis: Reporter Satuharapan 17:59 WIB | Selasa, 02 Oktober 2018

Gempa-Tsunami Palu: Kementerian Kominfo Identifikasi Berita Hoaks

Ilustrasi. Salah satu berita hoaks yang ditemukenali Kementerian Kominfo. (Foto: kominfo.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pascabencana gempa bumi dan tsunami di wilayah Donggala, Palu, dan Mamuju, Sulawesi Tengah, Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak Sabtu (29/9/2018) memantau konten negatif yang beredar di jaringan internet, baik melalui situs maupun media sosial dan platform chatting.

Dalam siaran pers yang disampaikan Ferdinandus Setu, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo yang dilansir kominfo.go.id 2 Oktober 2018, Kementerian Kominfo menemukan dan mengenali konten yang berisi informasi hoaks yang beredar.

Berikut fakta sesungguhnya dari informasi yang telah beredar tersebut:

1. Hoaks Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa Retak.

Faktanya, Bendungan Bili-bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dicek pihak Polsek Mamuju Gowa.

2. Hoaks Korban Musibah.

Faktanya, foto yang ditampilkan adalah foto kejadian gempa tsunami Aceh 26 Desember 2004 yang disebarluaskan kembali sebagai dokumentasi korban gempa tsunami Palu.

3. Hoaks Wali Kota Palu Meninggal.

Faktanya, Wali Kota Palu Hidayat tidak meninggal dan kini turut melakukan tanggap darurat gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah.

4. Hoaks Gempa Bumi Susulan.

Faktanya, tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB).

5. Hoaks Gerak Cepat Relawan FPI Evakuasi Korban Gempa Palu 7.7

Faktanya, dalam gambar adalah relawan FPI membantu korban longsor di Desa Tegal Panjang, Sukabumi.

6. Hoaks Mayat yang Minta Gempa.

Faktanya, gambar itu diambil dari kejadian di Sungai Siak Pekanbaru, Riau.

7. Hoaks 2 Oktober Terjadi Gempabumi Lagi

Faktanya, tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB)

8. Hoaks Penerbangan Gratis dari Makasar menuju Palu bagi Keluarga Korban

Faktanya, Pesawat Hercules TNI AU menuju ke Palu diutamakan membawa bantuan logistik, paramedis, obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat. Pemberangkatan dari Palu prioritas untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita dan anak-anak, serta pasien ke Makassar.

Kementerian Kominfo mengimbau agar masyarakat tidak mudah mempercayai  dan menyebarluaskan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya atau tidak jelas sumbernya. 

Jika ada informasi yang diduga mengandung hoaks, masyarakat dapat melaporkannya melalui laman aduankonten.id, email aduankonten@kominfo.go.id,  atau mention ke akun twitter @aduankonten.

Editor : Sotyati

Back to Home