Google+
Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 09:51 WIB | Jumat, 24 Juli 2015

Gerakan Pendidikan untuk Semua di Dunia

Gerakan Pendidikan untuk Semua di Dunia
Kegiatan belajar mengajar disalah satu sekolah di negara Afrika yang menjadi salah satu negara rentan konflik menjadi bagian dalam program gerakan Pendidikan untuk Semua (Education for All) yang telah dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pertama kali tahun 1990 dan dilanjutkan pada tahun ini bersama lembaga dunia lainnya untuk memberikan kesempatan dan hak yang sama dalam memperoleh pendidikan disemua negara. (Foto-foto: United Nations Photo).
Gerakan Pendidikan untuk Semua di Dunia
Sejumlah kaum perempuan Afghanistan saat mengikuti kelas belajar bahasa Inggris yang diselenggaran oleh Organisasi Dana Anak-anak (UNICEF).
Gerakan Pendidikan untuk Semua di Dunia
Anak-anak Sudan Selatan, Afrika saat mengkampanyekan gerakan Back to Learning dalam sebuah acara sebagai bagian dalam gerakan Pendidikan untuk Semua.
Gerakan Pendidikan untuk Semua di Dunia
Tiga anak di Afrika yang rentan terhadap konflik saat mengikuti program Pendidikan untuk Semua yang telah dicanangkan oleh PBB dengan tujuan melek aksara dan dapat berhitung.
Gerakan Pendidikan untuk Semua di Dunia
Anak-anak peserta didik Kongo, Afrika saat mengikuti kegiatan belajar disalah satu sekolah dalam program Pendidikan untuk Semua yang dicanangkan oleh PBB sebagai langkah untuk memajukan pendidikan adalah hak dasar bagi setiap manusia.
Gerakan Pendidikan untuk Semua di Dunia
Anak-anak Juba, Sudan Selatan mengenakan seragam sekolah saat menghadiri peluncuran kampanye Back to Learning yang diselenggarakan oleh UNICEF sebagai bagian dari program Pendidikan untuk Semua yang dicanangkan PBB.

DUNIA, SATUHARAPAN.COM – Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Mei lalu mencanangkan gerakan Pendidikan untuk Semua (Education for All) sebagai langkah komitmen global untuk menyediakan pendidikan dasar yang berkualitas bagi semua anak, remaja dan orang dewasa.

Gerakan ini diluncurkan pertama kali pada acara Konferensi Dunia tentang Pendidikan untuk Semua pada tahun 1990 bersama dengan sejumlah lembaga dunia PBB diantaranya Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO), Organisasi Program Pembangunan (UNDP), serta Organisasi Dana Anak-anak (UNICEF).

Dalam pertemuan tersebut disepakati mendukung visi memperluas pendidikan secara universal dalam rangka mengurangi buta huruf. Selama sepuluh tahun berjalan, proses tersebut berjalan baik disejumlah negara-negara di dunia. Hasilnya sejumlah masyarakat dunia bertemu dalam sebuah pertemuan di Dakar, Senegal dan memutuskan serta menegaskan komitmen untuk mencapai Pendidikan untuk Semua pada tahun 2015.

Ada enam capaian yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut, diantaranya, memperluas dan meningkatkan perawatan anak usia dini yang komprehensif serta meningkatkan pendidikan khususnya bagi anak-anak yang paling rentan dan kurang beruntung. Kedua, memastikan bahwa tahun 2015 semua anak khususnya anak perempuan serta anak-anak dalam keadaan sulit serta minoritas etnik memiliki akses ke pendidikan dasar lengkap, gratis, dan wajib berkualitas. Ketiga, memastikan bahwa kebutuhan belajar semua anak muda dan orang dewasa terpenuhi melalui akses yang adil untuk program belajar dan keterampilan hidupyang sesuai. Keempat, mencapai target setidaknya 50 persen pada tahun 2015 tingkat melek huruf bagi orang dewasa, terutama perempuan serta mendapatkan akses yang adil ke pendidikan berkelanjutan bagi semua orang dewasa.

Kelima menghapus disparitas gender dalam pendidikan dasar dan menengah pada tahun 2005, dan mencapai kesetaraan gender dalam pendidikan pada tahun 2015 dengan fokus serta memastikan khususnya bagi kaum perempuan untuk mendapatkan akses penuh dan sama dalam pendidikan yang berkualitas. Terakhir, meningkatkan semua aspek kualitas pendidikan dan menjamin keunggulan, sehingga hasil belajar yang diakui dan terukur dapat mencapai tujuan bersama yaitu mengetahui aksara, berhitung, dan keterampilan hidup yang penting. (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization

Editor : Bayu Probo

Back to Home