Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Reporter Satuharapan 15:21 WIB | Sabtu, 12 Januari 2019

Gereja di Seluruh Dunia Persiapkan Pekan Doa untuk Persatuan Kristen

Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Dunia (WCC), Pdt Dr Olav Fykse Tveit. (Foto: oikoumene.org)

JENEWA, SATUHARAPAN.COM – Dari 18-25 Januari, umat Kristen akan memulai pertemuan doa terbesar di dunia, Pekan Doa untuk Persatuan Kristen. Entah berdoa bersama, bertukar pendeta, atau merencanakan layanan ekumenis, mereka akan menjadi saksi doa Yesus bagi para muridnya agar “mereka menjadi satu supaya dunia dapat percaya”.

Tema untuk minggu doa pada tahun 2019, “Keadilan, dan hanya keadilan, Anda harus mengejar ...” terinspirasi oleh Ulangan 16: 18-20.

Sekretaris Jenderal Dewan Dunia Gereja (World Council of Churches/WCC) Pdt Dr Olav Fykse Tveit mengatakan, ketika orang-orang di seluruh dunia berdoa bersama, mereka akan berbagi rasa suka cita, kepedulian, dan pertanggungjawaban, berbagi yang membentuk jantung dari gerakan oikumenis.

“Ketika kita merayakan kesatuan dalam keragaman, kita menjadi lebih mampu mengejar keadilan dalam banyak konteks kita,” katanya, seperti dilansir oikoumene.org, 10 Januari 2019. “Di semua budaya dan benua, kita dapat berdoa untuk satu sama lain dan berdoa bersama sebagai persekutuan yang hidup untuk keadilan dan perdamaian.”

Setiap tahun, Pekan Doa - sebuah tradisi yang dimulai lebih dari 100 tahun yang lalu - diselenggarakan bersama dan dipimpin oleh WCC dan Dewan Kepausan untuk Mempromosikan Persatuan Kristen (PCPCU). Pada tahun 2019, tema untuk minggu ini adalah “Keadilan, dan hanya keadilan, Anda harus mengejar”, terinspirasi oleh Ulangan 16: 18-20.

Gereja-gereja di Indonesia diundang oleh WCC dan PCPCU untuk mempersiapkan sumber daya untuk minggu itu.

Ketika orang-orang di seluruh dunia berkumpul dengan teks ini dalam pikiran, tidak peduli bagaimana mereka menafsirkannya, hati mereka dapat disentuh bersama, tercermin Odair Pedroso Mateus, direktur Komisi Iman dan Ketertiban WCC. “Minggu Doa untuk Persatuan Kristen memperdalam persekutuan di antara orang-orang Kristen dari berbagai belahan dunia yang sebaliknya hampir tidak akan bertemu satu sama lain,” katanya, “Konteks Indonesia, di mana harmoni yang rapuh saat ini terancam dengan cara-cara baru, secara khusus bergerak.”

Editor : Sotyati

TOA
Bank Central Asia
Zuri Hotel
Back to Home