Google+
Loading...
SMASH AYUB
Penulis: Ayub Yahya 16:06 WIB | Senin, 15 Oktober 2018

Gereja Perusahaan

ilustrasi gambar bangunan gereja. (Foto: Istimewa)

SATUHARAPAN.COM - Bukan hanya partai politik yang dikelola bak "perusahaan keluarga", gereja juga ada. Bahkan gereja lebih terang-terangan. Memanfaatkan "keluguan" umat, yang serta-merta percaya kalau pendeta berbicara dan mengutip ayat Alkitab, itu adalah sabda Tuhan sendiri. 

 

Beberapa ciri "gereja perusahaan":

 

1. Istri, anak, menantu, kerabat dekat dijadikan pendeta di gereja tersebut, dan ikut-ikutan mengelola ini itu (terutama keuangan). Mirip di perusahaan; presdir: suami, dirut: istri, wakil dirut: anak mantu. (Selama ini memang ngga ada aturan tegas negara tentang siapa yang berhak menahbiskan seseorang menjadi pendeta, akibatnya seorang pendeta yang "berkuasa" di sebuah gereja bisa menahbiskan siapa saja yang dimauinya sebagai pendeta di gerejanya.

 

2. Membangun cerita-cerita legenda seputar pendetanya. Misal, selain legenda naik turun surga yang sudah ngetrend, dulu sekali ada "kesaksian" pendeta Anu yang nonton pertunjukan David Copperfield, tapi lalu diminta keluar oleh panitia karena konon Copperfield jadi ngga bisa ngeluarin "ilmu hitamnya" karena ada sang pendeta yang punya "kuasa yang lebih besar". Ada juga pendeta Ana yang bersaksi bahwa dirinya telah dinubuatkan oleh pendeta top (atau pendeta luar negeri) untuk jadi "terang di dunia yang gelap". (*Cerita-cerita legenda ini perlu sebagai legitimasi agar umat patuh tanpa reserve).

 

3. Gampang sekali mengatasnamakan Tuhan. Seperti, "Tuhan berbicara langsung kepada saya...bla bla bla," atau, "ini firman Tuhan sendiri loh, bukan saya yang bilang…bla bla bla." Atau, "Saya dapat penglihatan dari Tuhan....bla bla bla". Dan kalau ada umat yang mempertanyakan langsung disemprot, "Jangan melawan Tuhan, bisa celaka kamu." Bahkan ada yang ngga sungkan-sungkan mengatakan, Tuhan pun meminta maaf kepadanya atas masalah hukum yang membelitnya.

 

4. Pendeta (terutama senior) dan keluarganya kaya raya dalam artian sebenar-benarnya; rumah bagai istana, mobil mewah, pesawat first class, istri bak sosialita. Biasanya baru terbongkar setelah ada "skandal"; entah melibatkan dirinya, entah melibatkan istri, anak, mantu.

 

5. ........ Silahkan lanjutkan sendiri.

 

(Disclaimer: kesamaan ciri-ciri yang dikemukakan di atas dengan gereja tertentu bukan kesengajaan. Eh koq jadi kayak ngarang novel, "kesamaan nama-nama dalam cerita hanya kebetulan" :))). Pesan:  beragamalah dengan akal sehat, bisnis gereja itu menggiurkan #ehhh).

 

 

Editor : Tjhia Yen Nie

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home