Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Reporter Satuharapan 20:30 WIB | Selasa, 18 Desember 2018

GKI Tanah Merah Imbau Warga Tidak Terprovokasi Isu Sesat

Ketua Klasis GKI Tanah Merah Pdt DJ Oktova Lumenta S.Si. (Antaranews Papua/Alfian Rumagit)

SENTANI, SATUHARAPAN.COM - Tokoh agama di Tanah Merah, Kabupaten Jayapura, Papua mengimbau kepada segenap masyarakat agar tidak terpengaruh atau terprovokasi dengan isu tidak benar, hoaks ataupun yang bisa menyesatkan menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun baru 2019.

"Sebagai badan pekerja klasis, saya menyampaikan seruan pastoral kepada seluruh bapak-bapak yang ada di Klasis Tanah Merah supaya kita berpegang teguh kepada iman dan kepercayaan kita, keyakinan kita, kalau ada isu-isu atau berita-berita yang tidak benar atau hoaks, kiranya bapak-bapak menggunakan hikmat Allah," kata Ketua Klasis GKI Tanah Merah Pdt DJ Oktova Lumenta S.Si di Jayapura, Papua, Selasa (18/12).

Dengan bersikap bijak dan berhikmat, kata dia, masyarakat bisa terhindar dari berbagai kepentingan kelompok atau pribadi yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan yang selama ini tercipta dengan aman dan damai.

Berita atau informasi hoaks, lanjut dia, merupakan cara kelompok atau oknum tertentu untuk menghasut warga agar menuju ke jurang kebinasaan, sehingga dianjurkan agar dalam menerima informasi dari manapun, baik dari media sosial atau dari media cetak dan elektronik, ada baiknya diteliti dan dicek kebenaran informasi tersebut, sebelum menyebarkan lagi.

"Sehingga umat Allah di dalam Yesus Kristus itulah menjadi dasar untuk kita berpikir dan menimbang dan mencermati semua hal-hal atau isu-isu ataupun berita tidak benar. Maka kita kembalikan semua kepada iman kita, kita tidak boleh langsung percaya tapi yakin dengan keyakinan kita, memilih dan memilah dengan hikmat," katanya.

Menurut dia, informasi itu penting tetapi dampaknya sangat luar biasa jika hal itu tersebar tanpa disaring terlebih dahulu, karena ada informasi yang hanya cukup diketahui saja dan ada yang memang untuk dibagikan bersama.

"Sebagai imam dalam rumah tangga dan pemimpin yang sudah semestinya menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah yaitu syaloom, damai, damai ditengah keluarga rumah tangga bersama istri dan anak-anak, tentu akan berdampak pada kehidupan persekutuan jemaat, bertetangga kepada siapa saja, kita harus bijak dalam menyikapi informasi," katanya.

Apalagi, kata dia, empat bulan lagi pesta demokrasi pemilihan umum legislatif dan presiden akan digelar.

"Sehingga bertepatan dengan momen tersebut, di mana akan terjadi pesta demokrasi di Indonesia, khususnya di Klasis Tanah Merah, peran kaum bapa sebagai pemimpin harus menghadirkan suasana damai suka cita dari Allah," kata Pdt DJ Oktova Lumenta S.Si. (Antaranews)

 

Editor : Melki Pangaribuan

TOA
Bank Central Asia
Zuri Hotel
Back to Home