Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 12:35 WIB | Sabtu, 18 April 2015

Google Ubah Formula Pencariannya pada Smartphone

Ilustrasi. (Foto: voaindonesia.com/AP)

SAN FRANCISCO, SATUHARAPAN.COM - Google, akan mengubah caranya memberi rekomendasi website di smartphone dan tablet dalam sebuah pergeseran yang dapat mengubah di mana orang belanja, makan dan menemukan informasi.

Revisi formula, yang dijadwalkan untuk dirilis Selasa (21/4), akan lebih mendahulukan situs-situs yang didefinisikan oleh Google sebagai ramah mobile. Situs-situs yang tidak memenuhi deskripsi tersebut, akan turun peringkatnya dalam hasil pencarian di Google pada smartphone dan tablet, sementara mereka yang memenuhi kriteria akan tampil di peringkat atas, posisi berharga yang dapat mendatangkan lebih banyak pengunjung dan pemasukan.

Walaupun formula baru Google tidak akan mempengaruhi pencarian pada komputer desktop dan laptop, formula baru ini akan berdampak besar pada bagaimana dan di mana orang menghabiskan uang mereka, mengingat banyak orang mengandalkan smartphone mereka untuk membandingkan produk di toko atau mencari restoran.

Inilah mengapa sistem peringkat baru oleh Google ini disebut oleh sebagian pakar sebagai "Mobile-geddon."

"Sebagian situs akan sangat terkejut, saat melihat perubahan drastis jumlah pengunjung dari piranti mobile," kata Itai Sadan, CEO layanan pembangun website Duda.

Ini boleh jadi, merupakan perubahan paling signifikan bagi Google Inc, terhadap peringkat pencariannya di mobile, menurut Matt McGee, kepala redaksi Search Engine Land, sebuah publikasi perdagangan yang memantau segala perubahan terhadap algoritma Google yang dijaga ketat kerahasiaannya.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui mengenai apa yang akan terjadi dan mengapa Google melakukannya.

Supaya tetap berperingkat tinggi dalam pencarian Google, situs-situs harus didesain agar cepat diunduh pada piranti mobile.

Konten harus dengan mudah diakses dengan menggulir ke atas dan ke bawah, tanpa harus menggeser ke kiri atau ke kanan. Akan juga membantu bila tombol untuk membeli produk atau melakukan langkah tertentu di website dapat dengan mudah terlihat dan disentuh di layar yang lebih kecil.

Bila sebuah website hanya didesain bagi pengguna PC, grafik-grafik website akan memakan waktu lama untuk diunduh dan kolom-kolom teks tidak akan semuanya masuk ke dalam layar yang lebih kecil, sehingga tidak memuaskan seseorang yang mencoba membacanya.

Google telah mengimbau website-website untuk mengakomodasi piranti-piranti mobile selama beberapa tahun ini, terutama karena di situlah kebanyakan orang kini mencari informasi.

Jumlah pencarian pada piranti mobile di Amerika Serikat meningkat 5 persen, sementara pencarian pada PC turun sedikit, menurut lembaga riset comScore Inc. Dalam tiga bulan terakhir tahun lalu, 29 persen permintaan pencarian di AS, sekitar 18,5 miliar, dilakukan pada piranti mobile, menurut perkiraan comScore.

Google mendominasi pencarian ini, dua pertiga di Amerika Serikat dan bahkan porsi lebih besar di negara-negara lain.

Untuk meminimalisasi keluhan, perusahaan mengumumkan rencananya ini dua bulan lalu. Google juga menyiapkan panduan langkah demi langkah dan alat untuk menguji pemenuhan standar yang baru.

Google sering dihujani kritik saat mengganti formulanya. Dua revisi terbesar, pada tahun 2011 dan 2012, berfokus pada upaya untuk menyingkirkan website-website yang menyesatkan. Walaupun masuk akal, banyak website mengeluh bahwa Google secara tidak adil menurunkan peringkat mereka, membuat konten mereka sulit dicari.

Walaupun banyak peritel dan perusahaan besar sudah memiliki website yang memenuhi standar Google, tapi formula baru ini mengancam jutaan usaha kecil, yang belum memiliki sumber daya maupun insentif untuk mengadaptasi situs mereka bagi smartphone.

"Banyak situs-situs kecil yang belum memiliki alasan supaya ramah mobile hingga saat ini, dan tidak akan mudah bagi mereka untuk membuat perubahan," kata McGee.

Formula pencarian Google memperhitungkan berbagai macam faktor untuk menetapkan peringkat hasilnya. Salah satu yang paling penting adalah apakah situs ini berisikan informasi yang paling tepat dengan yang dicari.

Tapi algoritma Google yang baru bagi pencarian di piranti mobile, mungkin akan mendorong situs-situs tertentu ke halaman belakang hasil pencarian, bahkan bila konten mereka lebih relevan bagi pencarian yang diminta di saat situs-situs lainnya lebih mudah diakses pada smartphone.

Ini merupakan konsekuensi yang disayangkan, tapi juga dapat dibenarkan karena seseorang mungkin tidak akan mau repot melongok situs yang lama untuk dibuka atau sulit dibaca pada piranti mobile, menurut analis Gartner Whit Andrews.

"Kemampuan untuk diakses menjadi bagian dari relevansi," kata Andrews. "Banyak orang tidak akan memandang sesuatu sebagai relevan bila mereka tidak dapat melihatnya di iPhone mereka." (voaindonesia.com)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home