Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Francisca Christy Rosana 12:08 WIB | Kamis, 29 Januari 2015

Gubernur DKI Jadikan Jakarta Pioner Kota Non Tunai

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disampa Ahok saat peluncuran pembayaran parkir menggunakan uang elektronik di Bong Kopitiam, Jalan Sabang, Jakarta pada Kamsi (29/1). (Foto: Francisca Christy Rosana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok menginginkan Provinsi Jakarta menjadi kota pioner di Indonesia yang menerapkan kebijakan Less Cash Society (LCS).

Kebijakan LCS sebelumnya dicanangkan oleh Bank Indonesia untuk meminimalisasi peredaran uang cash atau kontan.

“Kami ingin DKI menjadi piorner membantu program LCS ini. LCS bisa diterapkan di seluruh elemen, bahkan pedagang kaki lima sekalipun. Kita akan coba, bahkan paksa,” kata Ahok kepada awak media saat ditemui seusai peluncuran pembayaran parkir menggunakan uang elektronik di Bong Kopitiam, Jalan Sabang, Jakarta pada Kamsi (29/1).

Sistem LCS menurut Ahok akan mendatangkan keuntungan lebih besar dan berjasa menambah pendapatan domestik bruto sebuah negara.

“Ini juga akan mempemudah bank menyalurkan debit, menganalisis kredit, dan membantu biaya bank jadi lebih murah. Kami ingin sekali dengan sistem LCS ini kita bisa mengenali siapa orang yang belanja. Ini juga akan membantu kredit lebih murah disalurkan,” kata DKI 1 ini.

Sementara itu, enam bank yang mendukung sistem LCS adalah Bank BNI, Mandiri, BRI, Mega, BCA, dan Bank DKI. Masing-masing bank mengelurakan kartu e-money yag bisa digunakan masyarakat untuk melakukan pembayaran.

Parkir Elektronik

Salah satu implementasi dari sistem LCS adalah penerapan parkir elektronik. Parkir elektronik telah diterapkan di sejumlah titik di DKI, yakni di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, di Kelapa Gading sebanyak 90 titik, dan Jalan Falatehan sebanyak 13 titik.

Seluruh varian kartu e-money keenam bank yakni Bank BNI, Mandiri, BRI, Mega, BCA, dan Bank DKI

dapat digunakan untuk membayar parkir di mesin parkir yang dikelola PT Mata Biru.

Secara resmi, pembayaran parkir elektronik di Terminal Parkir Elektronik (PTE) diluncurkan pagi ini (29/1) oleh Gubernur DKI Jakarta, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas, Kepala UP Perparkiran Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Sunardi M Sinaga, Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Sutanto, Group CEO Bank Mandiri Gunawan Sadikin, Senior EVP Customer Segment Head Bank Mega Linda Wirawan, Direktur BCA Suwignyo Budiman, dan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono.

Peluncuran ini bertujuan memberi pelayanan mudah bagi masyarakat di berbagai bidang dan mendukung gerakan nasional non tunai.

Menurut Ahok, dengan sistem parkir elektronik ini, pendapatan parkir daerah meningkat cukup signifikan.

“Dengan parkir ini, sehari di satu titik rata-rata bisa memperoleh pendapatan parkir sebesar Rp 10 juta,” katanya.

Ke depan, Ahok menargetkan seluruh Jakarta akan menerapkan parkir elektronik.

“Tidak ada toleransi,” katanya. 

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home