Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Reporter Satuharapan 19:48 WIB | Minggu, 09 September 2018

Gubernur Jabar Sebut Panyaweuyan Majalengka Kebun Terindah

Ilustrasi. Pemandangan indah panyaweuyan atau terasering persawahan di Majalengka. (Foto: DavestPay)

MAJALENGKA, SATUHARAPAN.COM – Kabupaten Majalengka memiliki banyak potensi wisata unik dan menarik. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun terpesona oleh pemandangan panyaweuyan atau terasering yang disebutnya sebagai kebun terindah di dunia.

Kekaguman terhadap keindahan terasering itu sempat ia tumpahkan di akun media sosial (medsos) miliknya. Fotonya pun wara-wiri di akun medsos milik Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini.

“Saya terpesona oleh sebuah foto di panyaweuyan yang menurut saya itu terasering kebun terindah di dunia. Cuman kurang promosi. Nanti, saya sebagai Gubernur Jawa Barat, akan promosikan,” kata Kang Emil saat menghadiri acara Peringatan ke-57 Hari Pramuka dan Malam Anugerah Pramuka Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 di Gedung Generasi Muda (GGM), Jl KH Abdul Halim Kabupaten Majalengka, Sabtu malam (8/9/18).

Kang Emil, seperti dikutip Humas Jawa Barat dan dilansir situs resmi kotabogor.go.id, mengaku sangat bahagia berada di Majalengka. Ia berpendapat Majalengka mempunyai banyak potensi pariwisata yang membuatnya jatuh cinta pada Kota Angin itu.

“Saya sangat berbahagia berada di tempat istimewa. Selama pilkada saya menemukan hal-hal luar biasa dan saya nyatakan saya jatuh cinta kepada Majalengka,” katanya,  “Kabupaten ini banyak sekali potensi pariwisatanya, cuman kurang sentuhan sedikit.”

Di bawah kepemimpinannya, ia bertekad Pemda Provinsi Jawa Barat mengembangkan potensi wisata Majalengka lengkap dengan infrastruktur pendukungnya. Kang Emil akan mengucurkan anggaran Rp15 miliar untuk penataan Alun-Alun Majalengka, Rp20 Miliar untuk membangun creative center, Rp15 Miliar untuk membangun pusat budaya, dan Rp40 Miliar untuk penataan akses jalan menuju tempat-tempat pariwisata.

Ia menekankan bahwa cara membangun Jawa Barat adalah melalui inovasi. Ia tidak ingin lima tahun kepemimpinannya di Jawa Barat sia-sia dan sibuk hanya dengan urusan politik.

“Cara membangun di Jawa Barat ini harus berbeda, berorientasi pada perubahan, kebaruan, pada hal-hal inovatif. Kita harus melompat bukan jalan tempat,” katanya.

Editor : Sotyati

Back to Home