Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 21:34 WIB | Jumat, 07 Agustus 2015

Gus Ipul: Mustofa Bisri Panutan Warga NU

Ilustrasi. Calon Rais Aam KH Hasyim Muzadi (kiri) mengadakan rapat dengan sejumlah pengurus PWNU dan PCNU di Ponpes Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8). KH Hasyim Muzadi meminta pendukungnya tidak menggelar muktamar tandingan, apalagi membentuk NU tandingan karena akan merusak organisasi yang didirikan para ulama. (Foto: Antara)

SURABAYA, SATUHARAPAN.COM - Ketua panitia daerah Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menilai KH Ahmad Mustofa Bisri pantas dijadikan panutan warga NU karena dia setia mengabdi meski tak menjadi pengurus.

"Orang seperti beliau pantas menjadi panutan dan contoh bagi kita, sebab bukan jabatan yang dikejar. Jadi pengurus atau tidak, beliau tetap mengabdi ke NU," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, hari Jumat (7/8).

Menurut dia, Gus Mus (sapaan akrab KH Ahmad Mustofa Bisri) merupakan ulama dan kiai sejati, sebab tidak pernah mengejar jabatan di NU, malah faktanya jabatan yang mengejarnya.

Eks ketua umum Gerakan Pemuda Ansor tersebut juga mengaku terharu karena malah menerima ucapan selamat dari Gus Mus atas terselenggaranya Muktamar di Jombang.

"Ini yang membuat saya sangat terharu. Beliau menyempatkan mengirim pesan singkat melalui ponsel atas kesuksesan Muktamar ke-33 NU," ucap Gus Ipul yang juga eks Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut.

Ia juga mengaku sampai saat ini heran dengan pilihan Gus Mus yang tidak mau menjadi Rais Aam untuk periode 2015-2020 meski terpilih.

"Padahal beliau sudah resmi ditetapkan sebagai Rais Aam, dan itu sah, namun tetap tidak mau dan memilih mengundurkan diri. Beliau khawatir nanti dipahami secara keliru oleh umat NU," katanya.

Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut juga menilai bahwa fenomena seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat, terutama warga NU untuk tidak mengejar jabatan.

Pada Muktamar ke-33 NU di Jombang, 1-5 Agustus 2015, terpilih KH Said Aqil Siradj menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara aklamasi setelah pesaingnya, As`ad Ali Said, menyatakan mundur pada pemilihan putaran kedua.

Sedangkan, posisi Rais Aam dijabat oleh KH Ma`ruf Amin usai Rais Aam terpilih KH Ahmad Mustofa Bisri memilih mundur. (Ant)

 

Back to Home