Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 07:08 WIB | Minggu, 05 November 2017

Half Light: Antara Traumatik dan Berdamai dengan Kenyataan Hidup.

Half Light: Antara Traumatik dan Berdamai dengan Kenyataan Hidup.
Lukisan berjudul "Potret Diri: Cataract series" karya Pupuk DP dalam pameran tunggal "Half Light" di Bentara Budaya Yogyakarta, Jalan Suroto No. 2 Yogyakarta, 3-11 November 2017 (Foto-foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)
Half Light: Antara Traumatik dan Berdamai dengan Kenyataan Hidup.
"Imajinasi Sexual", charcoal di atas kanvas.

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Tiga belas karya lukisan, dua patung, dan satu instalasi karya perupa Pupuk DP dipamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta. Pameran bertajuk "Half Light" dibuka oleh budayawan Sindhunata, Sabtu (4/11) malam.

Dalam sambutan pengantar, dosen jurusan Seni Rupa ISI Yogyakarta Edi Sunarso menjelaskan salah satu kekuatan karya Pupuk ada pada sketsa melalui tarikan garis yang kuat dan komposisi warna.

"Dengan kekuatan garis yang ada pada sketsa Pupuk, saya sering menggunakannya sebagai salah satu referensi dalam kuliah saya untuk diberikan pada adik-adik kelasnya. Keberaniannya untuk merusak garis dan komposisi yang sudah indah (yang dimilikinya) menjadi ciri khas karya Pupuk." jelas Edi Sunarso dalam sambutannya.

Figur dan tubuh perempuan yang menjadi obyek karya Pupuk tidak hanya berbicara tentang keindahan, gairah, ataupun sensualitas semata. Ada banyak drama derita dan duka yang kerap dialami kaum perempuan tergambar dalam tarikan garis Pupuk dalam karya-karya berjudul, "Imajinasi Sensual", Kess van Dongen, dalam Ekspresiku", "Sebatas Imajinasi", ataupun "Aborsi".

Pupuk me-retouch sebuah sketsa charcoal pada kanvas berjudul "Imajinasi Sexual" dalam sebuah instalasi dalam judul yang sama "Imajinasi Seksual". Sementara traumatik fisik-psikologis  yang dialaminya direkam dalam karya lukisan berjudul "Potret Diri: Bagai Vampir" serta "Potret Diri: Cataract series".

Mata bagi seniman seni rupa adalah pintu masuk bagi imajinasi, ide, inspirasi, untuk diekspresikan ke dalam proses karyanya. Pupuk DP mengalami gangguan keterbatasan penglihatan sejak kecil. Saat penglihatan terancam, justru menjadi pemacu bagi Pupuk hingga mampu menghasilkan imajinasi yang sedemikian liar dan kaya dibalik keterbatasan tersebut.

Trauma keterbatasan penglihatan seolah selalu menghampiri Pupuk. Tahun 2008 Pupuk mengalami gangguan penglihatan untuk kesekian kalinya bahkan benda yang dilihatnya menjadi ganda. Belakangan setelah berkonsultasi intensif dengan dokter, diketahui Pupuk mengalami gangguan katarak pada matanya. Pupuk sempat menjalani dua kali operasi: katarak dan retina di Jakarta. Pada 2012, retina hasil operasi lepas dari posisi yang seharusnya. Sekali lagi, Pupuk menjalani operasi.

Dengan keterbatasan serta traumatik yang kerap dialaminya, Pupuk tidak semata-mata sedang mengajak untuk  menikmati makna dan isi karya-karyanya, tapi sekaligus mengajak berpaling kepada hidup dan realita yang harus dihadapi.

Pameran tunggal "Half Light" akan berlangsung sampai tanggal 11 November 2017 di Bentara Budaya Yogyakarta, Jalan Suroto No. 2 Yogyakarta.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
Zuri Hotel
Back to Home