Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 14:16 WIB | Senin, 30 November 2015

Harga Minyak Asia Diperdagangkan di Bawah 42 Dolar

Ilustrasi: Pengeboran minyak. (Foto: havana-live.com)

SINGAPURA, SATUHARAPAN.COM – Harga minyak di perdagangan Asia berada di bawah 42 dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 581.095) pada hari Senin (30/11), menjelang pertemuan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan rilis data mengenai sektor penting manufaktur Tiongkok akhir pekan ini.

Pasar akan mengawasi apakah anggota OPEC, yang akan bertemu 4 Desember mendatang, akan memangkas tingkat produksi yang tinggi saat ini dan mengurangi pasokan berlimpah minyak mentah yang telah menekan harga selama lebih dari setahun.

Analis mengatakan bahwa para trader juga akan mencari keselarasan antara dua pidato dari Kepala Federal Reserve AS Janet Yellen pekan ini mengenai tanda-tanda kenaikan suku bunga AS.

Data November untuk sektor industri Tiongkok dirilis pada hari Selasa dan diawasi oleh para trader untuk mengetahui tentang kesehatan perekonomian negara pengonsumsi energi terbesar di dunia tersebut.

Sekitar pukul 0230 GMT, minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate, untuk pengiriman Januari naik 10 sen menjadi 41,81 dolar Amerika (sekitar Rp578.452) dan minyak mentah Brent untuk pengiriman pada bulan yang sama diperdagangkan lima sen lebih rendah menjadi 44,81 dolar Amerika (sekitra Rp 619.957) per barel.

“Menurut perkiraan kami, fokus pembicaraan akan kembali pada soal kapan suku bunga AS akan dinaikkan, (dilihat) dari dua pidato utama Kepala Fed, Janet yellen, pada Rabu dan Kamis,” menurut Capital Economics.

Analis memperkirakan para pembuat kebijakan di Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam rapat mereka Desember mendatang, sebuah langkah yang akan mendorong naik nilai dolar dan membuat minyak dalam dolar menjadi lebih mahal.

Sementara itu, pertemuan OPEC pada hari Jumat diperkirakan akan berfokus pada pasokan berlimpah minyak mentah global, kembalinya minyak Iran ke pasar setelah sanksi ekonomi Barat dicabut dan apakah organisasi tersebut akan memangkan produksi untuk menaikkan harga. (AFP/Ant)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home