Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Tjhia Yen Nie 06:11 WIB | Selasa, 13 Juni 2017

Hargai Ide dan Kreativitas Orang Lain!

Jika tahu rasanya dicubit, tentu kita pun tidak akan mencubit orang lain, walaupun kita katakan itu untuk pelayanan, bukan?
Mencontek (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Dengan tertegun saya membolak-balik halaman majalah gereja yang ada di hadapan saya.  Rasanya seperti tidak percaya melihat ide dan garis besar isi majalah tersebut.  ”Bagaimana mungkin?” pikir saya.

Sebagai pemimpin redaksi majalah gereja, tentu saja saya mengetahui isi dari majalah yang kami terbitkan.  Melihat kesamaan  dengan majalah gereja yang lain, membuat saya bertanya-tanya, mengapa bisa seperti itu?

”Nah... siapa nih yang mencontek?” tanya teman saya sambil tertawa. 

Contek-mencontek, ternyata sudah menjadi hal umum.  Seorang anak SMA mendapatkan nilai bagus dalam salah satu ulangan, dengan bangga mengatakan bahwa nilai ulangannya tergantung dari siapa yang duduk di sebelahnya. 

Apakah mencontek itu salah? Tentu saja salah.  Tetapi, bagaimana kalau mencontek untuk pelayanan?

Masih hangat dalam benak kita semua bagaimana media sosial dihebohkan dengan sosok Afi, remaja yang tulisannya menjadi viral karena bernuansa persatuan.  Tulisan-tulisannya yang baik dan mengademkan suasana, membuat Afi menjadi terkenal.  Namun alangkah kagetnya, ketika ada yang mengatakan bahwa tulisan Afi mengandung plagiarisme. Masyarakat pun berkomentar, ada yang positif dan ada juga yang negatif. 

Walaupun dengan tersenyum saya mengatakan bahwa seharusnya tim kami bangga, jika hasil karya kami dicontek, itu artinya bagus, tak dapat dipungkiri hati kecil saya berbisik, ”Mbok ya kalau mau mencontek bilang dululagian kita pun pasti senang hati kalau dicontek.”  Rupanya ada sisi ego saya yang terusik, padahal secara teori kami senang karena ide-ide kami untuk memberitakan kabar baik, dicontek orang lain dengan maksud sama.

Pengalaman ini mengajarkan agar saya lebih menghargai ide dan kreatifitas orang lain.   Tidak hanya dalam bidang komersil dan pendidikan, untuk pelayanan maupun mengabarkan kabar baik pun, penghargaan terhadap ide, opini, dan karya orang lain harus dijunjung tinggi.  Jika tahu rasanya dicubit, tentu kita pun tidak akan mencubit orang lain, walaupun kita katakan itu untuk pelayanan, bukan?

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro

Back to Home