Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Tya Bilanhar 12:37 WIB | Jumat, 01 Desember 2017

Hartono Bersaudara Orang Terkaya di RI untuk Kesembilan Kalinya

Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono (Foto: Ist)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Hartono bersaudara (Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono) yang di Indonesia dikenal dengan bisnis rokok kretek Djarum dan kemudian memperlebar sayap ke bisnis perbankan (Bank BCA) mengukuhkan diri sebagai orang terkaya di Indonesia untuk kesembilan kalinya berturut-turut.

Namun, bukan itu saja yang membuat kiprah keluarga ini tampak istimewa tahun ini. Jumlah kekayaan mereka menurut Forbes Asia, mencapai US$32 miliar atau Rp432 triliun (dengan kurs Rp13.500 per dolar AS), naik hampir 100 persen dari kekayaan mereka pada tahun sebelumnya, yang diperkirakan US$17 miliar atau Rp229 triliun.

Melonjaknya jumlah kekayaan mereka terutama dikarenakan naiknya nilai saham mereka di BCA yang mencatat kenaikan hampir 50 persen.

Forbes yang secara rutin membuat peringkat orang terkaya di dunia, termasuk di Indonesia, menilai orang-orang paling kaya dalam dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia tahun ini semakin kaya lagi, meninggalkan orang-orang terkaya di peringkat di bawahnya.

Hartono bersaudara mewarisi kekayaan dari bisnis rokok keluarga mereka, yaitu perusahaan rokok Djarum, beberapa dekade lalu. Namun mereka kemudian mendiversifikasi bisnis dengan membeli saham BCA dari keluarga Salim yang melepasnya pada masa krisis ekonomi Asia 1997-1998.

Tahun ini Hartono bersaudara menambah jumlah kepemilikan saham mereka di BCA dari 47 persen sebelumnya menjadi 55 persen. Ke depan mereka juga diperkirakan akan menambah pundi-pundi kekayaan dari kenaikan saham perusahaan perangkat game, Razer, yang terdaftar di bursa efek Hong Kong.

Hampir semua dari 50 orang terkaya di Indonesia --kecuali satu orang -- mencatat kenaikan kekayaan paling tidak 10 persen. Ini terutama diakibatkan naiknya nilai saham di bursa efek Indonesia. Tercatat rata-rata nilai saham di Indonesia naik 17 persen pada periode yang sama.

Faktor lain yang menyebabkan jumlah kekayaan orang-orang terkaya ini melonjak adalah program tax amnesty yang memberikan kesempatan para konglomerat itu mengumumkan kekayaan mereka yag sebelumnya disembunyikan.

Total kekayaan bersih 50 orang terkaya di INdonesia saat ini mencapai US$126 miliar atau Rp1.701 triliun, naik dari US$99 miliar tahun sebelumnya atau Rp1.366,5 miliar. 

Berikut daftar 50 Orang Terkaya di Indonesia dan jumlah kekayaan mereka 
R. Budi & Michael Hartono (US$32,3 miliar)
Eka Tjipta Widjaja (US$9,1 miliar)
Susilo Wonowidjojo (US$8,8 miliar)
Anthoni Salim (US$6,9 miliar)
Sri Prakash Lohia (US$6,4 miliar)
Boenjamin Setiawan (US$3,65 miliar)
Chairul Tanjung (US$3,6 miliar)
Tahir (US$3,5 miliar)
Mochtar Riady (US$3 miliar) 
Jogi Hendra Atmadja (US$$2,7 miliar) 
Prajogo Pangestu (US$2,6 miliar)
Murdaya Poo (US$2,2 miliar)
Peter Sondakh (US$1,9 miliar)
Putera Sampoerna (US$1,8 miliar)
Eddy Katuari (US$1,7 miliar)
Kuncoro Wibowo (US$1,6 miliar)
Husodo Angkosubroto (US$1,55 miliar) 
Low Tuck Kwong (US$1,53 miliar) 
Theodore Rachmat (US$1,5 miliar)
Djoko Susanto (US$1,47 miliar)
Ciputra (US$1,45 miliar)
Ciliandra Fangiono (US$1,42 miliar)
Garibaldi Thohir (US$1,41 miliar) 
Martua Sitorus (US$1.4 miliar)
Soegiarto Adikoesoemo (US$1,35 miliar)
Eddy Kusnadi Sariaatmadja (US$1,3 miliar) 
Alexander Tedja (US$1,25 miliar)
Husain Djojonegoro (US$1,2 miliar)
Harjo Sutanto (US$1,18 miliar)
Sukanto Tanoto (US$1,1 miliar)
Hary Tanoesoedibjo (US$1,05 miliar)
Aksa Mahmud (US$1,04 miliar) 72
Kusnan & Rusdi Kirana (US$970 juta)
Bachtiar Karim (US$900 juta)
Hashim Djojohadikusumo (US$850 juta)
Sjamsul Nursalim (US$830 juta)
Arini Sarraswati Subianto (US$820 juta)
Sudhamek (US$810 juta)
Achmad Hamami (US$800 juta)
Lim Hariyanto Wijaya Sarwono (US$790 juta)
Abdul Rasyid (US$780 juta)
Edwin Soeryadjaya (US$720 juta)
Osbert Lyman (US$700 juta)
Kartini Muljadi (US$680 juta)
Purnomo Prawiro (US$640 juta)
Hartono Kweefanus (US$540 juta)
Irwan Hidayat (US$500 juta)
Iwan Lukminto (US$490 juta)
Santosa Handojo (US$460 juta)
The Ning King (US$450 juta)

 

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home