Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 12:40 WIB | Selasa, 04 Oktober 2016

Hasil Uji Klinis HIV Menjanjikan Penyembuhan

Ilustrasi: Ruth Munyao, apoteker, membagi-bagikan obat antiretroviral di Rumah Sakit Mater di ibu kota Kenya Nairobi, 10 September 2015. (Foto: voanews.com)

INGGRIS, SATUHARAPAN.COM - Sebuah penelitian untuk memerangi HIV telah berhasil pada tahap uji klinis. Pengobatan baru  tersebut dinamakan “jurus tendang dan bunuh”, dan hasil penelitiannya telah dirilis oleh lima lembaga penelitian terkemuka di Inggris.

Pengobatan bagi orang yang didiagnosis human immunodeficiency virus (HIV) adalah dengan menggunakan terapi obat antiretroviral. Obat ini mampu mengurangi jumlah HIV dalam aliran darah menjadi sedikit, sehingga virus tidak bisa masuk, karena sistem kekebalan tubuh pasien mampu melawannya.

Menurut Institut Penelitian Kesehatan Nasional (NHS), obat antiretroviral hanya bekerja pada sel yang terinfeksi HIV yang aktif, sedangkan sebagian besar sel yang terinfeksi HIV dalam tubuh manusia adalah sel virus yang beristirahat atau tidur.

Kondisi demikian yang menyebabkan munculnya ide menendang dan membunuh, yakni dengan cara memberikan pasien HIV, obat yang disebut inhibitor histone deacetylase (HDAC), yang umumnya digunakan untuk melawan kanker. Pada orang HIV-positif, HDAC adalah enzim yang memungkinkan sel-sel HIV aktif tersebut untuk beristirahat, setelah terjaga, karena diberi terapi antiretroviral, sehingga dapat membunuh lebih banyak virus, dan akhirnya dapat menyembuhkan.

Para peneliti, berencana untuk mencoba terapi baru pada 50 peserta pada penelitian HIV.

"Pasien pertama ini kini telah selesai diterapi, dan pengobatannya menjadi aman, dan berhasil," kata Sarah Fidler, profesor HIV dan Penyakit Menular di Imperial College London dan co-peneliti utama studi tersebut. "Hanya ketika semua peserta yang berjumlah 50 orang semuanya sudah selesai diteliti, yaitu sampai tahun 2018, kita akan mampu untuk mengetahui apakah telah ada efek untuk menyembuhkan HIV."

Dalam siaran pers hari Senin (3/10), NHS menganjurkan agar berhati-hati pada pelaporan penelitian tersebut. Oleh karena itu semua peserta yang terlibat dalam penelitian ini, memiliki HIV dalam darah mereka karena mereka menerima terapi antiretroviral - ini adalah obat standar yang digunakan untuk mengobati HIV.

Pernyataan itu menunjukkan hasil lengkap penelitian belum akan tersedia hingga 2018. (voanews.com)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home