Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Ignatius Dwiana 15:02 WIB | Senin, 12 Mei 2014

Hermawan Kartajaya: Ilmu Marketing Digunakan Dalam Politik

Founder dan CEO of MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya saat konferensi pers Jakarta Marketing Week 2014. (Foto: Ignatius Dwiana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Founder dan CEO of MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya menyebutkan kompetisi merupakan hal biasa di dunia marketing. Kompetisi dimungkinkan terjadi karena perbedaan kompetensi, peran, dan fungsi.

Dia menyebutkan selama 10 tahun terakhir ilmu marketing telah digunakan di dalam politik. Dalam ranah politik, rakyatlah yang menjadi konsumen. Dengan diterapkannya ilmu marketing dalam politik, banyak hal bisa diperbaiki.

“Konsumen itu mau yang terbaik. Yang penting itu, mendapatkan value terbaik,” kata Hermawan Kartajaya dalam acara talkshow di event Marketing Week di Jakarta pada Minggu (11/5).

Hermawan Kartajaya berharap kompetisi antarpartai dalam pemilu dan koalisi bagi-bagi kekuasaan itu disudahi. “Jangan berkompetisi antarpartai. Lima tahun ke depan saatnya berkompetisi dengan negara-negara lain,” katanya.

Indonesia saat ini harus menghadapi persaingan ekonomi dengan India dan Tiongkok, “Jadi cepat selesaikan itu. Itulah yang dilihat orang marketing. Jadi saya imbau lupakan kompetisi internal dalam capres (pencalonan presiden) ini, marilah kita memilih pasangan yang terbaik demi Indonesia menang di kompetisi internasional.”

Editor : Sotyati

Zuri Hotel
Back to Home