Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 06:23 WIB | Sabtu, 27 Oktober 2018

Hidup dalam Pemulihan

Setiap Kristen dipanggil untuk peka terhadap kebutuhan orang lain!
Bartimeus disembuhkan (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – ”Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi” (Mzm. 126:1). Inilah pengakuan umat Israel kala kembali dari pembuangan di Babel.

Serasa mimpi memang. Meski berharap, toh mereka sadar bahwa mereka hanyalah warga buangan, yang tak mungkin mengambil keputusan sendiri. Namun, Koresy penguasa saat itu memberi kesempatan kepada orang Israel untuk pulang ke Yerusalem.

Sejatinya, Mazmur 126 merupakan penggenapan nubuat Yeremia. Penderitaan Israel—karena kesalahan mereka sendiri—tidak akan berlangsung untuk selamanya. Allah memperhatikan rintihan umat-Nya. Allah yang mendengar, Allah pulalah yang melepaskan umat-Nya.

Yesaya bernubuat: ”Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka” (Yer. 31:9). Allah akan memulihkan Israel. Pertanyaannya: apakah mereka percaya akan pemulihan Allah ini? Apakah mereka mempunyai pengharapan akan pemulihan ini? Dan pengharapan tidak akan pernah mengecewakan! Mengapa? Sebab Israel adalah milik Allah.

Kisah pemulihan semacam itu juga dirasakan Bartimeus ’Anak Timeus’. Dia merupakan orang pinggiran. Lebih tepat dipinggirkan masyarakatnya—yang memahami kebutaan sebagai hukuman Allah. Namun, Guru dari Nazaret itu tidak meminggirkan dia! Anak Daud itu mengabulkan keinginannya. Anak Timeus itu lalu ”mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.” (Mrk. 10:52).

Pemulihan itu tidak membuat Bartimeus tinggal dalam euforia—perasaan gembira yang berlebihan. Bagi dia, hidup harus dijalani dengan syukur. Caranya: menjadi pengikut Yesus.

Mengikut Yesus berarti bersedia melakukan apa yang Yesus lakukan. Mengikut Yesus berarti meneladani Yesus dalam sikap dan tindak. Mengikut Yesus berarti hidup dalam pemulihan—hidup untuk orang lain.

Konkretnya: setiap Kristen dipanggil untuk peka terhadap kebutuhan orang lain! Setiap Kristen perlu belajar dari Yesus yang peka terhadap kebutuhan Bartimeus dan Koresy yang peka terhadap kebutuhan Israel.

Agar makin banyak orang berseru: ”Seperti mimpi rasanya!”

Editor : Yoel M Indrasmoro


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home