Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 03:43 WIB | Jumat, 29 November 2019

Hidup dalam Terang Tuhan

Perlu sikap waspada, agar niat tak tinggal niat belaka.
Adven I (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Tahun baru gerejawi kali ini dimulai pada Minggu Adven, 1 Desember 2019. Tahun baru merupakan saat tepat untuk memulai hal baru. Karena itu, baiklah kita bertanya dalam hati: ”Apa yang akan kita lakukan pada tahun baru gerejawi ini?”

Tentunya, awal baru tak hanya butuh niat baru. Sejarah menyatakan, hidup manusia sering disesaki niat tanpa realisasi. Perlu sikap waspada, agar niat tak tinggal niat belaka.

Bukan hal aneh, jika di Minggu-minggu Adven, Kitab-kitab Injil berbicara soal kewaspadaan. Sekali lagi, agar kita tidak jatuh dalam lubang kesalahan yang sama—”niat tanpa realisasi”.

Penulis Injil Matius merekam nasihat Sang Guru dari Nazaret: ”Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” (Mat. 24:42). Yesus menggambarkan hari kedatangan-Nya itu dengan cara yang sungguh biasa—laki-laki masih tetap bekerja di ladang dan perempuan memutar batu giling. Tak ada peristiwa supernatural.

Keserbabiasaan itulah yang sering membuat manusia lengah! Tak ada peringatan dini sebagaimana bencana Tsunami. Tak ada pula, status Waspada, Siaga, Awas sebagaimana pada gunung berapi.

Karena semuanya serbabiasa, Yesus menasihati para murid-Nya untuk tetap siap sedia. Artinya, tetap melaksanakan kewajiban mereka sebagai murid.

Caranya? Menurut Yesaya: ”Berjalan dalam terang Tuhan” (Yes. 2:5). Itu berarti Allahlah yang menerangi jalan kehidupan kita. Allahlah yang menunjukkan jalan-jalan-Nya kepada kita. Ketika mengambil keputusan, kita mengambil keputusan berdasarkan terang Tuhan. Dengan kata lain, hidup dalam terang Tuhan.

Kepada umat Israel, Daud juga berseru, ”Mari kita pergi ke rumah Tuhan” (Mzm. 122:1). Itu berarti hidup menurut aturan Sang Pemilik Rumah— Tuhan sendiri.

Praktisnya? ”Kita harus melakukan hal-hal terhormat seperti yang biasanya dilakukan orang pada siang hari; jangan berpesta pora melampaui batas, atau mabuk. Jangan cabul, atau berkelakuan tidak sopan. Jangan berkelahi, atau iri hati. Biarlah Tuhan Yesus Kristus yang menentukan apa yang kalian harus lakukan.” (Rm. 13:13-14, BIMK).

Editor : Yoel M Indrasmoro

Gaia Cosmo Hotel
Zuri Hotel
Back to Home