Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 12:43 WIB | Sabtu, 28 Maret 2020

IDI, PDUI, MSF Kerja Sama Bekali Dokter Relawan Tangani COVID-19

Ilustrasi. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Banda Aceh memberikan multivitamin C untuk tenaga kesehatan di RSUDZA Kota Banda Aceh, Selasa (24/03/2020). (Foto: Antara/Zubaidah)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Dokter Lintas Batas (Medecins Sans Frontieres/MSF), bekerja sama dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI), memberikan pelatihan dokter relawan untuk merespons COVID-19.

"MSF bekerja sama dengan IDI untuk memberikan pelatihan dan pengarahan kepada dokter sukarelawan sebelum penempatan mereka di rumah sakit rujukan COVID-19 di seluruh negeri," kata Daniel von Rege, Direktur MSF di Indonesia, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta pada Sabtu (28/3).

Pembekalan oleh MSF, dilakukan secara daring melibatkan 40 dokter sukarelawan yang direkrut oleh PB IDI dan PDUI, dengan sebagian besar berbasis di Jakarta dan sekitarnya serta beberapa daerah lain Indonesia.

Dalam pembekalan tersebut, Direktur MSF di Indonesia berbagi informasi standar MSF tentang pencegahan dan pengendalian infeksi serta penggunaan alat pelindung diri (APD), Dr Cleopas Martin Rumende dari RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo memberi arahan terkait aspek medis COVID 19, serta Dr Lucky Cahyono dari PB IDI menjelaskan protokol dan standar WHO.

Ketua Umum PB IDI Dr Daeng M Faqih, menyampaikan penghargaan atas kesediaan para dokter sukarelawan itu untuk ikut membantu dalam merespons penyebaran COVID-19 di Indonesia, dan mengimbau menggunakan APD dengan cara yang tepat agar terhindar dari virus.

"Saya juga meminta tim koordinasi membuat sistem informasi yang baik untuk respons COVID-19, sehingga tim pendukung dapat memantau perkembangan dan memberikan bantuan kepada dokter sukarelawan kita yang berada di garis depan," kata Daeng.

Dalam gelombang pertama, para dokter relawan tersebut rencananya akan ditempatkan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet selama 14 hari, dan akan menjalani karantina selama 14 hari berikutnya setelah penugasan.

Gelombang kedua dokter relawan akan bertugas sementara relawan sebelumnya menjalani masa karantina.

Sampai dengan Jumat (27/3), tercatat Indonesia memiliki akumulasi total 1.046 kasus positif dengan 46 orang dinyatakan sembuh dan 87 orang meninggal dunia. (Ant)

 

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home