Loading...
EKONOMI
Penulis: Sotyati 21:11 WIB | Jumat, 06 Maret 2015

IFW 2015 Luncurkan Koleksi Lebaran Karya Kolaborasi

IFW 2015 Luncurkan Koleksi Lebaran Karya Kolaborasi
Koleksi Lebaran 2015 rancangan Hannie Hananto untuk The Executive yang diluncurkan di Indonesia Fashion Week 2015, 27 Februari 2015. (Foto-foto: Indonesia Fashion Week 2015)
IFW 2015 Luncurkan Koleksi Lebaran Karya Kolaborasi
Koleksi Lebaran 2015 rancangan Jenahara untuk The Executive.
IFW 2015 Luncurkan Koleksi Lebaran Karya Kolaborasi
Koleksi Lebaran 2015 rancangan Ria Miranda untuk The Executive.

SATUHARAPAN.COM – Bukan perkara mudah “mengawinkan” desainer dengan usaha garmen karena masing-masing punya ego. Di dalam suatu “proyek” kolaborasi, dua pelaku usaha mode itu ditantang mampu meleburkan sisi kreativitas dan bisnis untuk menghasilkan produk busana ready to wear (siap pakai) yang diterima pasar.  

Perhelatan mode akbar Indonesia Fashion Week 2015 yang digelar di Jakarta Convention Center, 26 Februari  – 1 Maret, untuk kedua kalinya menghadirkan karya kolaborasi desainer dan salah satu label pakaian siap pakai.

The Executive, label itu, tahun ini selain menggandeng kembali perancang busana muslim Hannie Hananto, juga menggandeng dua perancang busana muda, Jenahara dan Ria Miranda. Label pakaian siap pakai yang menunjang kebutuhan mode pria dan wanita itu meluncurkan koleksi Lebaran 2015.

Masing-masing koleksi kolaborasi Lebaran 2015 memiliki tema berbeda-beda, namun sama-sama bertujuan menjadikan penampilan wanita Muslim di Indonesia yang dinamis lebih berkarakter dan tetap mengedepankan gaya.

Hannie, ditemui seusai acara temu pers pada Jumat, 27 Februari, mengatakan senang mendapat kepercayaan kedua kalinya, setelah tahun lalu mendapat kesempatan sama bersama Deden Siswanto (dengan label Hammer), Putu Aliki (dengan label Coconut Island), serta perancang muda alumni Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo yang tergabung dalam Number 1 (dengan label Colorbox).

Tahun ini Hannie, dengan mengusung tema “Arquitectura” menghadirkan perpaduan potongan minimalis dengan sentuhan warna monokromatik berpadu motif geometris yang merupakan salah satu tren musim Semi/Panas 2015. Terinspirasi kutipan “less is more”, dengan koleksi ini Hannie mengharapkan wanita urban modern dapat tampil maksimal tanpa perlu berlebihan.

Jenahara menghadirkan koleksi yang memberi keleluasaan bagi perempuan untuk tampil tangguh namun tetap anggun, melalui tampilan bernuansa safari berpalet khaki dan olive dengan motif leopard dan sentuhan klasik berupa aksen kantong.

Ria Miranda menghadirkan koleksi bergaya feminin elegan dengan rona pastel lembut yang menjadi ciri khasnya selama ini. Motif tribal serta aksen flair menambah romantisme menyambut semarak Lebaran. Koleksi busana Ria bisa dikenakan baik dengan hijab ataupun tanpa hijab.    

Kolaborasi Garmen dan Desainer

Kolaborasi brand, atau label, dengan desainer, sudah dikenal sejak lama di dunia mode. Di Barat, bisa disimak kolaborasi Marni dan label H&M, Phillip Lim dan Target, atau Zac Posen dan brand Nikon.

Di Indonesia, kolaborasi dua pelaku mode itu masih sehitungan jari. Brand dan desainer masih cenderung berjalan sendiri-sendiri. Prestasi menonjol yang dapat dicatat adalah kolaborasi antara perancang busana papan atas Indonesia Biyan Wanaatmadja dengan Benarty Suharli, yang mengeluarkan label (X)S.M.L., juga desainer Itang Yunasz dengan label Kamilaa-nya.  

Indonesia Fashion Week yang digagas Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) bersama empat kementerian, yakni Kementerian Pariwisata, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, melalui Blueprint fashion Indonesia, berupaya mensinergikan seluruh pelaku ekonomi kreatif fashion itu.

Melalui Blueprint itu, pelaku mode Indonesia sepakat memajukan ready to wear craft fashion sebagai ciri khas fashion Indonesia, produk siap pakai berkonten lokal dengan kemasan global. Produk siap pakai itu dipilih sebagai “kendaraan” paling efektif untuk mencapai tujuan mode Indonesia, karena selain diproduksi massal, sifatnya yang fleksibel dan keseharian dapat memberikan dampak lebih signifikan terhadap kemajuan mode Indonesia.

Kolaborasi seperti dilakukan The Executive bersama desainer-desainer pilihan, diharapkan mampu mempercepat proses menuju pencapaian cita-cita. Desainer berperan dalam semua proses kreatif dari sketsa hingga menjadi sample, sementara brand atau label akan memproduksi koleksi tersebut menjadi koleksi siap jual. Bagi brand, inovasi dan kreativitas desainer dapat menyuntikkan semangat baru. 

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home