Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 12:46 WIB | Selasa, 01 September 2015

Inayati Raih Emas Jalan Cepat, Biasa Berlaga dengan Laki-laki

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Inayati, atlet jalan cepat provinsi Jawa Timur mengaku tidak memiliki resep dan strategi khusus sehingga berhasil menjuarai Jalan Cepat 20 kilometer di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik 2015.

Nggak ada persiapan khusus sebenarnya di Kejunas, karena setiap hari saya berlatih lari dengan teman-teman Pusdiklat (Pusat Pendidikan dan Pelatihan) Jawa Timur di Malang,” kata Inayati kepada para wartawan setelah penyerahan medali Lomba Jalan Cepat 20 Kilometer di Kejuaraan Atletik Nasional 2015, di Pintu VII Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (1/9).

Biasané (biasanya) saya tu kalau sparring (teman latihan) dengan anak-anak pelatda (Pelatihan Daerah) Jatim, tetapi yang laki-laki,” dia menambahkan.

Inayati berhasil meraih medali emas karena mencatat waktu 1 jam 52 menit, posisi kedua ditempati atlet Jawa Tengah Risa Wijayanti dengan catatan waktu 1 jam 54 menit 43 detik, di tempat ketiga diduduki atlet Kalimantan Barat Sri Juliani dengan catatan waktu 1 jam 59 menit 37 detik.

Inayati mengatakan atlet jalan cepat putra dan putri di Provinsi Jawa Timur tidak begitu banyak, sehingga dia menganggap wajar berlatih dengan atlet laki-laki yang bukan berlatar belakang atlet jalan cepat.

Saat merebut juara di Kejurnas Atletik 2015 Inayati mengaku sempat mengalami tegang di kaki sehingga di beberapa putaran terakhir dia mengeluh kesakitan kepada pelatihnya, Hisyam Al Uwaini.

“Saya bilang ke pak Hisyam (pelatih), sepertinya tenaga saya tidak keluar, tetapi ya Alhamdulillah juara,” dia menyebut.

Hisyam Al Uwaini, pelatih Inayati mengatakan pemanasan yang tidak maksimal, dan perbedaan iklim antara tempat dia biasa berlatih dan Jakarta merupakan salah satu faktor penyebab cedera hamstring di kaki kiri Inayati.

“Dia  merasa sakit dan tidak enak untuk berjalan, tetapi Alhamdulillah dia memang punya mental juara yang besar, dan setelah lomba nanti akan kita periksakan ke dokter,” kata Hisyam.

Hisyam menyebut peluang medali emas bagi Inayati di Pekan Olah Raga Nasional (PON) pada 2016 tidak terlalu besar. Namun dia dan Inayati tidak ingin meremehkan keadaan lawan dan tetap memandang penting kejuaraan tersebut.

“Nanti kita lihat untuk PON 2016, mudah-mudahan kondisi fisik baik,” kata dia.

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home